TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Meskipun layanan penerbangan perintis melalui subsidi angkutan udara APBN telah resmi beroperasi sejak awal Januari 2026, masyarakat daerah terluar Malinau rupanya belum bisa bernapas lega.
Ini dikarenakan, frekuensi terbang dari rute yang dilayani Susi Air, mitra langganan program Kemenhub melalui subsidi APBN saat ini hanya dijatah satu rute sekali per minggu.
Masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pantauan TribunKaltara.com, Bandara Malinau Kota mulai sibuk dengan aktivitas antrean warga.
Sebagian menanti jadwal terbang, sebagian lagi mengurus agar tercatat dalam kolom antrean.
Loket Smart Air, maskapai yang biasanya langganan kontrak Subsidi Ongkos Angkut (SOA) APBD baik provinsi maupun kabupaten tampak lengang.
Baca juga: 3 Rute Penerbangan Perintis Malinau Kaltara Hari Ini, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya
Karena seringnya warga menanyakan terkait informasi SOA, petugas sampai harus memasang tanda pengumuman, bahwa belum ada SOA tersedia.
Papan pengumuman di luar loket dipasang besar di depan loket Smart Air.
Tulisan tangan petugas "Belum Ada Info Subsidi Tahun 2026, mohon bersabar," menandakan tingginya harapan warga terhadap akses tunggal menuju wilayah terluar.
Keadaan ini memicu kekhawatiran, terutama bagi warga perbatasan atau mereka yang membutuhkan keberangkatan segera untuk urusan kesehatan dan pendidikan.
Warga Kayan Hulu, Lian, harap-harap cemas terkait situasi saat ini.
Warga khawatir keberlanjutan SOA bisa ditiadakan karena efisiensi anggaran.
Dia mengilustrasikan bagaimana dua rute sepekan saja masih jauh dari kata cukup. Apalagi hanya satu.
"Dari Susi Air ada, tapi satu kali seminggu.
Sementara satu kali terbang cuma muat 10-12 orang kan.
Itu seminggu, kita kali paling sedikit 10 antre orang sehari, berarti 70, dibagi 12, kurang lebih satu Minggu ada antrean untuk 6 trip," ujarnya saat ditemui di bandara, Minggu (25/1/2026).
Seperti warga lainnya, Lian punya ekspektasi tinggi terhadap adanya intervensi pemerintah daerah melalui SOA.
Saat ini, antrean terbang belum terasa karena masih di permulaan tahun.
Berbeda saat menyambut gelombang besar mobilisasi warga menjelang hari besar nanti.
"Di atas (Long Nawang) pun begitu.
Kita kan banyak ASN di sana, guru, nakes, pegawai.
Ada PLBN juga.
Nanti puasa, lebaran ini pasti baru terasa itu.
Sekarang karena masih sepi, itupun antre," ungkapnya.
Baca juga: 10 Jadwal Penerbangan Perintis di Malinau Kaltara Dilengkapi Harga Tiket
Begitupun anggapan warga Bahau Hulu, Lukas.
Menurutnya masyarakat sudah penat harus menyuarakan persoalan berulang.
Dia meyakini skema SOA dari APBD Malinau pasti akan beroperasi.
Hanya, kapan waktunya masih tanda tanya.
"Mudahanlah, karena antrean ini panjang Pak.
Beli hari ini mungkin bulan depan terbang.
Mohon Pak Bupati, tolong Pak bisa disegerakan," katanya.
Masyarakat berekspektasi besar agar program SOA dan papan pengumuman info subsidi segera berubah menjadi kabar gembira.
(*)
Penulis: Mohammad Supri