Menteri Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Penyerahan 3 Jenazah Korban Pesawat ATR
January 25, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (25/1/2026), dikejutkan dengan peristiwa pingsannya Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono.

Melihat sang menteri ambruk, sontak para petugas yang ada di lokasi berhamburan mendekat ke arah Sakti Wahyu.

Melansir Tribunnews.com,  Sakti Wahyu jatuh pingsan saat saat penyerahan tiga jenazah korban yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Dengan ini, saya atas nama keluarga, menyerahkan jenazah Almarhum Ferry Irawan, Almarhum Yoga Naufal, dan Almarhum Kapten Andy Dahananto, kepada negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata seorang perwakilan keluarga saat penyerahan jenazah, dikutip dari YouTube KompasTV.

Di akhir pernyataan pihak keluarga, Sakti Wahyu yang sedang berdiri di depan tiba-tiba ambruk.

Terdengar teriakan "Allahuakbar" dari pihak keluarga yang menyerahkan jenazah pegawai KKP korban pesawat ATR 42-500.

Juga, suara pembawa acara yang terdengar panik memanggil Sakti Wahyu.

Sontak para petugas yang ada di lokasi berhamburan mendekat ke arah Sakti Wahyu.

Diketahui, KKP memang dijadwalkan menggelar upacara kehormatan untuk tiga pegawainya yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan Andy Dahananto.

Ferry merupakan Analis Kapal Pengawas di KKP.

Sementara, Yoga adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Kemudian, Andy yang merupakan pilot, juga pegawai KKP di bagian PSDKP.

Seluruh Korban Sudah Ditemukan

Seluruh korban tewas pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang, telah ditemukan pada Jumat (23/1/2026).

Seluruh jenazah korban yang sudah ditemukan, telah dievakuasi secara bertahap menuju Makassar lewat kalur udara dan darat.

"Alhamdulillah, berkat doa keluarga di seluruh Indonesia, hari ini pukul 08.33 WITA ditemukan satu paket, disusul satu paket lainnya pukul 08.59 WITA. Paket kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5," kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, Jumat, dilansir Tribun-Timur.com.

Dengan ditemukannya seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang, operasi pencarian pun dinyatakan ditutup.

"Dengan dasar tersebut kemudian kita berkoordinasi dari semua unsur yang terlibat memberikan masukan-masukan, sehingga pada malam hari ini saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR Koordinator menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii, dalam kesempatan yang sama, Jumat.

Sehari setelah pencarian ditutup, tujuh dari 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga.

Berikut nama korban pesawat ATR 42-500 yang berhasil diidentifikasi, dilansir Kompas.com:

Andy Dahananto (58) sebagai Pilot, dengan nomor AM 010, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Muhammad Farhan Gunawan (26) sebagai Co-Pilot dengan nomor AM 001, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Hariadi (57) sebagai Flight Operation Officer, dengan nomor AM 003 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Restu Adi (40) jabatan Engineer dengan nomor AM 009 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Dwi Murdiono (40) jabatan Engineer dengan nomor AM 005 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Ferry Irawan (41) penumpang, dan merupakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Analis Kapal Pengawas, dengan nomor AM 007 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Yoga Naufal Prakoso (31) penumpang, dan merupakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Operator Foto Udara, dengan nomor AM 008 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Sebelumnya tiga korban lain lebih dulu berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan ke keluarganya:

Florencia Lolita (33) Pramugari/Awak Kabin.

Esther Aprilita (27) Pramugari/Awak Kabin

Deden Mulyana (44) penumpang dan merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Pengelola Barang Milik Negara.

Kronologi Pesawat Jatuh

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan kronologi pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Maros, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat diketahui bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pada pukul 11.23 WIB atau 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.

"Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya."

"Sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Endah Purnama Sari, Sabtu (17/1/2026).

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus.

Merespons kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan.

AirNav Indonesia juga menyiapkan penerbitan Notice to Airmen atau NOTAM terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal," tutur Endah.

Baca juga: Ayah dan Anak Tewas Terlindas Truk Setelah Gagal Menyalip

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.