Laporan Wartawan Tribun jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Tulungagung kembali melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani, di awal 2026.
Penyerapan ini bagian dari program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
Seperti yang dilakukan di Desa Sanan, Kecamatan Pakel pada Minggu (25/1/2026), Bulog Kancab Tulungagung menyerap 17.873 kg gabah.
Baca juga: 4 WNI Kabur dan Lapor KBRI usai Terjebak Kerja Scam di Kamboja, Para Istri Patungan Bayari Modalnya
“Kami harus gerak cepat menyerap gabah para petani yang sedang panen, bagian dari program ketahanan nasional, dan atas arahan Menteri Pertanian serta Direksi Perum Bulog,” jelas Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan.
Penyerapan gabah ini juga memastikan harga pembelian di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp 6.500 per kg.
Upaya penyerapan serupa akan terus dilakukan di tingkat petani sebagai bagian komitmen gerak cepat Bulog.
Selama tahun 2026 ini, Bulog Kancab Tulungagung dibebani target penyerapan sebesar 64.695 ton setara beras.
“Upaya yang kami lakukan bagian dari optimalisasi serap gabah, beras dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” sambung Yonas.
Jumlah target serapan ini lebih tinggi dibanding tahun 2025, yaitu sebesar 39.400 ton.
Yonas optimis target dari pemerintah pusat ini bisa tercapai karena dukungan para pihak terkait.
Upaya swasembada pangan ini dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga, mulai dari Dinas Pertanian, TNI, Polri dan para mitra Bulog.
“Kami optimalkan kembali sinergi dengan mitra, untuk optimalisasi potensi panen di sepanjang 2026. Kami optimis target serapan bisa terpenuhi,” tegasnya.
Baca juga: Mobil Elf Rombongan Santri Kediri Terguling di Tulungagung usai Tabrak Truk Pasir, 8 Orang Terluka
Program penyerapan gabah petani juga bagian upaya Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras.
Serapan gabah dari Bulog akan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (BCP) dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain gabah, Bulog juga membeli beras giling petani dengan standar mutu tertentu dengan harga Rp 12.000 per kg.
Untuk proses penyerapan, Bulog melibatkan Petugas penyuluh Lapangan (PPL) dan Babinsa dari Koramil setempat.
Selain itu di tahun 2025 lalu ada 25 mitra yang digandeng, mereka adalah para pengusaha yang memiliki sarana pengeringan padi dan penggilingan.
Tim dari Bulog ini yang setiap hari berkeliling untuk mencari padi yang siap dipanen.
Petani bisa mengakses tim ini agar mendapat HPP Rp 6.500 per kg seperti yang ditetapkan pemerintah.