Sriwijaya FC Berangkat ke Banten Naik Bus, Bertaruh Nasib di Tengah Krisis dan Harapan Keajaiban
January 26, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC dijadwalkan bertolak ke Banten, Senin malam (26/1/2026), untuk melakoni laga pamungkas putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26. Tim berjuluk Elang Andalas itu rencananya akan menempuh perjalanan panjang via bus menuju Serang, demi menghadapi Adhyaksa FC Banten di Banten International Stadium, Kamis (29/1/2026) pukul 19.00 WIB.

Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Tedi Berlian, memastikan seluruh pemain, tim pelatih, dan ofisial siap berangkat meski masih menunggu instruksi final dari manajemen.

“Insya Allah malam ini berangkat ke Banten. Sepertinya via bus Sriwijaya FC,” ujar Tedi Berlian kepada Sripoku.com.

Di balik kesiapan tersebut, kondisi tim jauh dari kata ideal. Pasca kekalahan telak 5-0 dari Sumsel United pada Derby Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sriwijaya FC bahkan tidak terpantau menggelar latihan tim secara normal.

Tedi Berlian tak menampik, persiapan tim berlangsung serba darurat. Minimnya fasilitas dan kondisi finansial yang sulit membuat tim hanya mampu menjalani official training saat berada di Bekasi sebelumnya.

“Latihan baru kita lakukan kemarin saat datang dari Bekasi, itu pun hanya official training. Banyak hal yang sensitif untuk dipublikasikan, tapi kami tetap berusaha maksimal dengan kondisi yang ada,” ungkap mantan pemain Sriwijaya FC musim 2019/20 itu.

Krisis finansial menjadi masalah utama yang membelit klub kebanggaan Sumatera Selatan tersebut. Keterbatasan anggaran membuat Sriwijaya FC harus melakukan penghematan besar-besaran, termasuk tidak mampu menggaji pemain secara normal, demi memastikan tim tetap bisa bertanding hingga akhir kompetisi dan terhindar dari sanksi WO.

Di tengah keterpurukan itu, Tedi Berlian hanya bisa menyimpan satu harapan: keajaiban.

“Untuk saat ini saya berharap keajaiban,” katanya singkat.

Realita pahit harus diterima. Dengan skuad seadanya dan tanpa persiapan ideal, peluang Sriwijaya FC untuk memperbaiki posisi klasemen atau meraih kemenangan sangat berat. Namun komitmen untuk menuntaskan kompetisi tetap dijaga.

starter match 17
STARTER MATCH 17 - Starter Sriwijaya FC pada match ke-17 Pegadaian Championship 2025/26 melawan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) sore. (MO SRIWIJAYA FC) 

Baca juga: Rangga Pratama: Main dengan Ikhlas, Demi Sriwijaya FC Tetap Hidup

“Yang penting kewajiban dijalankan. Saya tidak berharap banyak, tapi kita tuntaskan sampai akhir kompetisi,” tegas pelatih kelahiran Bogor, 11 Juli 1996 itu.
Ia mengaku tetap bertahan demi para pemain muda yang masih setia membela Laskar Wong Kito, meski tanpa bayaran.

“Anak-anak ini tulus. Mereka tidak dibayar tapi tetap mau berjuang. Saya yang menguatkan mereka. Insya Allah saya dampingi sampai akhir kompetisi,” pungkasnya.

Sriwijaya FC mungkin tak lagi perkasa seperti masa double winner, namun di tengah krisis, perjalanan mereka ke Banten bukan sekadar laga biasa—melainkan kisah tentang bertahan, loyalitas, dan harapan di ujung kompetisi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.