TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Demokrat, Sabar DH Sinaga, mendesak penutupan permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis.
Pasalnya, pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur tersebut menyebabkan kasus keracunan massal yang menimpa siswa SMK Negeri 1 Kandis.
Sabar mengecam keras temuan penggunaan bahan makanan tidak layak konsumsi yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami muntah dan diare.
Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar kelalaian, tetapi pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ini bukan kesalahan kecil. Anak-anak kita justru sakit akibat program negara yang seharusnya melindungi mereka. Saya minta BGN tidak ragu, SPPG ini harus ditutup permanen,” tegas Sabar, Senin (24/1/2026).
Ia menyebut, insiden tersebut telah menciderai tujuan utama Program MBG dan menunjukkan lemahnya profesionalisme pengelola dapur.
Apalagi, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa tim BGN sebelumnya sudah memberikan peringatan agar bumbu makanan yang kondisinya tidak layak tidak digunakan.
Baca juga: BGN Tegaskan SPPG Telaga Sam-sam Kandis Belum Bisa Beroperasi Pasca-Keracunan MBG
Baca juga: Kelalaian Dapur Diduga Picu Keracunan, BGN Siak Tutup Sementara SPPG Telaga Samsam
“Ahli gizi sudah mengingatkan agar bumbu yang tidak baik diganti. Tapi tetap diolah. Ini bukan lagi lalai, ini sudah mengarah ke unsur kesengajaan. Demi apa? Demi kepentingan pribadi,” kecamnya.
Sabar menilai, pengelolaan SPPG Kampung Telaga Sam-sam di bawah Yayasan Tuah Karya telah gagal total menjalankan mandat negara.
Karena itu, selain penutupan permanen, ia juga mendorong evaluasi menyeluruh dan penindakan tegas terhadap pihak pengelola dapur MBG tersebut.
“Kalau masih dibiarkan, ini bisa terulang. Keselamatan dan kesehatan anak-anak jauh lebih penting dari sekadar mempertahankan satu dapur MBG,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus keracunan makanan MBG ini mencuat pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, setelah pihak SMKN 1 Kandis melaporkan banyak siswa mengalami muntah dan diare usai mengkonsumsi menu MBG dari SPPG Telaga Sam-sam.
Data yang diterima menyebutkan, dari 173 siswa penerima manfaat, sebanyak 115 siswa terdampak, 20 siswa dirawat serius, dan 3 siswa harus menjalani rawat inap hingga tiga hari di sejumlah klinik di Kecamatan Kandis. Sebanyak 21 siswa bahkan harus diinfus akibat kondisi yang cukup parah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari, membenarkan bahwa salah satu bumbu masakan ditemukan dalam kondisi tidak layak, bahkan berlendir, namun tetap digunakan saat proses memasak.
“Ahli gizi sudah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti, tetapi tetap diolah,” ujar Lisa.
Sebagai langkah awal, BGN telah menutup sementara dapur MBG SPPG Telaga Sam-sam sambil melakukan evaluasi.
Namun, DPRD Siak menilai sanksi tersebut belum cukup dan mendesak agar penutupan dilakukan secara permanen demi mencegah korban serupa di masa mendatang.
SPPG Kampung Telaga Sam-sam diketahui dikelola oleh seorang pengelola bernama Roliyah. Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa memang ada kejadian siswa sakit perut yang dikaitkan dengan MBG yang didistribusikannya.
Ia mengatakan laporan pertama diterimanya dari pihak SMKN 1 Kandis pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.00–10.00 WIB.
“Saya dapat laporan dari guru SMKN 1 Kandis bahwa ada siswa yang mengeluh sakit perut dan diare. Begitu dapat kabar, saya langsung perintahkan tim SPPG turun ke sekolah,” ujar Lala, panggilan akrabnya.
Menurut Lala, kondisi siswa bervariasi, mulai dari lemas hingga diare cukup berat. Pihak dapur kemudian membawa siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan ke klinik terdekat. Sementara siswa lain ditangani di sekolah dengan pendampingan tenaga medis.
“Yang kondisinya berat langsung kami bawa ke dokter. Saya minta jangan ke Puskesmas, langsung ke klinik, dan semua biaya saya tanggung penuh,” tegasnya.
Lala menyebutkan, 21 siswa harus mendapatkan perawatan medis, sebagian di antaranya menjalani tindakan infus. Ia memastikan seluruh siswa telah ditangani dan dipulangkan pada hari yang sama, meskipun ada beberapa siswa yang sempat menjalani observasi lanjutan.
Menu MBG yang didistribusikan pada Senin (12/1/2026), kata Lala, terdiri dari nasi putih, ayam gulai, daun ubi rebus, sambal hijau, tahu goreng, dan buah pisang. Menu tersebut tidak hanya disalurkan ke SMKN 1 Kandis, tetapi juga ke sejumlah sekolah lain, Posyandu, Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kandis.
“Distribusinya barengan, menunya sama, omprengnya juga sama. Tapi laporan sakit hanya dari SMKN 1 Kandis,” ujarnya.
Meski demikian, akibat kejadian tersebut, SPPG Kampung Telaga Samsam tetap ditutup sementara sesuai prosedur penanganan kejadian luar biasa (KLB) pangan.
“Ini penutupan sementara untuk sterilisasi dan evaluasi, maksimal dua minggu. Bukan pencabutan izin,” kata Lala.
(Tribunpekabaru.com/mayonal putra)