3 BERITA POPULER PADANG: Antre Air 7 Jam, 4 Bangunan Hangus dan 3 Pemain Kabau Sirah Pemulihan
January 27, 2026 08:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam populer Padang setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, jeritan hati para ibu rumah tangga terdengar di tengah krisis air bersih yang melanda kawasan Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Sudah dua bulan terakhir, sejak bencana alam melanda di penghujung tahun lalu, sumur-sumur warga kering kerontang tak menyisakan setetes air pun.

Kedua, peristiwa kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Kota Padang, tepatnya di kawasan Jati Adabiah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Senin (26/1/2026) siang.

Si jago merah melahap sedikitnya empat petak bangunan yang terdiri dari satu unit rumah makan ampera dan tiga unit rumah tinggal milik warga setempat.

Ketiga, manajemen Semen Padang FC menyampaikan update kondisi pemain usai laga tandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Seusai menahan imbang 3-3, sejumlah pemain Kabau Sirah dilaporkan masih menjalani pemulihan akibat cedera.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Curhat Ibu-ibu Pasar Ambacang Padang Antre Air Bersih, 7 Ember Hanya Cukup Sehari

Jeritan hati para ibu rumah tangga terdengar di tengah krisis air bersih yang melanda kawasan Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sudah dua bulan terakhir, sejak bencana alam melanda di penghujung tahun lalu, sumur-sumur warga kering kerontang tak menyisakan setetes air pun.

Senin (26/1/2026) siang, di bawah sengatan matahari yang membakar kulit, puluhan ibu rumah tangga tampak berkerumun di pinggir jalan.

Mereka bukan sedang berbelanja, melainkan sedang antre mendapatkan jatah air bersih dari relawan yang datang membawa tangki.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.27 WIB, puluhan wadah penampung air mulai dari ember plastik, galon bekas, hingga baskom dapur tampak berjejer panjang di atas aspal.

Baca juga: KemenHAM Sumbar Tekankan Peran Orang Tua Tanamkan Nilai HAM Sejak Dini

KEKERINGAN DI PADANG: Warga Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengantri bantuan air bersih dari relawan, Senin (26/1/2026). Sudah dua bulan terakhir, sejak bencana alam melanda di penghujung tahun lalu, sumur-sumur warga kering kerontang. (TribunPadang.com/MG/ TribunPadang.com, Randy Pratama)

Yani, salah satu ibu rumah tangga yang ikut mengantre, tampak kelelahan. Wajahnya lesu sembari menjaga tujuh ember miliknya agar tidak terlewati saat pengisian.

"Tujuh ember ini kelihatannya banyak, tapi sebenarnya hanya cukup untuk stok sehari saja di rumah," ujar Yani dengan nada lirih kepada TribunPadang.com.

Bagi Yani, setiap tetes air yang jatuh ke dalam embernya adalah napas bagi keluarganya. Tanpa air itu, dapur tidak akan mengepul dan urusan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) akan lumpuh total.

Ia menceritakan betapa beratnya membagi penggunaan tujuh ember air tersebut untuk seluruh anggota keluarganya.

"Harus benar-benar hemat. Mana untuk masak, mana untuk mandi anak-anak. Susah sekali kalau air tidak mengalir langsung ke rumah," keluhnya.

Baca juga: Puluhan Ember Mengular di Kuranji, Warga Padang Kesulitan Air Akibat Sumur Kering Sejak Bencana

KEKERINGAN DI PADANG: Warga Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengantri bantuan air bersih dari relawan, Senin (26/1/2026). sumur di rumah mereka telah berubah menjadi lubang tanah yang tandus sejak dua bulan lalu.
KEKERINGAN DI PADANG: Warga Koto Tingga Dalam, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengantri bantuan air bersih dari relawan, Senin (26/1/2026). sumur di rumah mereka telah berubah menjadi lubang tanah yang tandus sejak dua bulan lalu. (TribunPadang.com/MG/ TribunPadang.com, Randy Pratama)

Perjuangan Yani tidak berhenti di lokasi antrean. Tantangan terberat justru muncul saat ia harus mengangkut ember-ember berat itu menuju rumahnya.

Akses jalan menuju tempat tinggalnya di RT 05 cukup sulit. Jalanan sempit dan hanya bisa dilalui sepeda motor memaksa para ibu di sana harus memiliki tenaga ekstra untuk memindahkan beban air.

"Sudah mengantrenya lama, mengangkut ke rumahnya pun susah. Tenaga habis hanya untuk urusan air setiap hari," tambah Yani.

Bahkan, TribunPadang.com sempat melihat seorang wanita tua yang menggunakan gerobak untuk mengangkut jeriken air. Karena beban terlalu berat jeriken tersebut sempat terjatuh.

Baca juga: Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun

Yani mengaku sudah mencoba menghubungi pihak BPBD Kota Padang untuk meminta bantuan pengiriman air bersih secara rutin ke wilayahnya.Namun hingga saat ini, ia dan warga lainnya harus tetap bersabar.

“Katanya masih antre, sudah beberapa hari ini kami tunggu belum ada jadwal pasti yang masuk langsung ke sini,"ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi sumur di daerahnya sangat bergantung pada aliran sungai dari Gunung Nago.

Ketika sungai bermasalah pascabencana, otomatis sumur warga yang memiliki kedalaman rata-rata enam meter langsung mengering.

Warga kini hanya bisa menggantungkan harapan pada kebijakan pemerintah untuk melakukan revitalisasi sungai secara menyeluruh.

"Kami hanya ingin air kembali mengalir ke rumah-rumah seperti semula. Kalau mengandalkan bantuan seperti ini terus, kami tidak tahu sampai kapan sanggup bertahan," pungkas Yani.

2. Empat Bangunan Hangus Terbakar di Jati Padang Timur, Damkar: Satu Unit Motor Ikut Hangus

Peristiwa kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Kota Padang, tepatnya di kawasan Jati Adabiah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Senin (26/1/2026) siang.

Si jago merah melahap sedikitnya empat petak bangunan yang terdiri dari satu unit rumah makan ampera dan tiga unit rumah tinggal milik warga setempat.

Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, insiden ini terjadi saat aktivitas masyarakat sedang padat, yakni sekitar pukul 12.51 WIB.

Baca juga: Tak Ingin Bergantung Mobil Tangki Air, Warga Kuranji Padang Desak Revitalisasi Sungai Segera

Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi menyebutkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan dari warga.

Hanya berselang satu menit setelah laporan masuk, armada pemadam kebakaran langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 1,3 kilometer dari pos terdekat.

"Unit berangkat pukul 12.52 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 12.54 WIB untuk segera melakukan pemadaman," jelasnya secara tertulis.

Kondisi lokasi yang berada di pinggir jalan utama dan merupakan area padat penduduk serta pertokoan sempat membuat situasi cukup menegangkan.

Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka

KEBAKARAN- Peristiwa kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Kota Padang, tepatnya di kawasan Jati Adabiah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Senin (26/1/2026) siang.
KEBAKARAN- Peristiwa kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Kota Padang, tepatnya di kawasan Jati Adabiah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Senin (26/1/2026) siang. (Dokumentasi/Damkar Kota Padang)

Arus lalu lintas yang padat di sekitar Jalan Jati Adabiah No 43 juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam memobilisasi armada di lapangan.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi guna melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Tak kurang dari 75 personel gabungan diterjunkan untuk menjinakkan api yang berkobar cukup besar di bangunan semi permanen tersebut.

Baca juga: Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun

Saksi mata di lokasi, Warlis (66), menuturkan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari arah salah satu rumah warga sebelum akhirnya merembet dengan cepat ke bangunan Rumah Makan Ampera Azzahra.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, meskipun terdapat 4 Kepala Keluarga (KK) dengan total 10 jiwa yang terdampak langsung.

Adapun pemilik bangunan yang mengalami musibah ini di antaranya adalah Jusmardiati (59), Jasmanel (60) serta Dasril Dahlan (73).

Kerusakan infrastruktur tercatat cukup parah, di mana dua unit rumah dan satu unit rumah makan mengalami rusak berat, ditambah satu unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar.

Estimasi kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp500 juta, namun petugas berhasil menyelamatkan aset sekitar senilai Rp2 miliar dari area terdampak.

Operasi pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

3. Tiga Pemain Semen Padang FC Masih Jalani Pemulihan Usai Tahan Imbang Bali United

Manajemen Semen Padang FC menyampaikan update kondisi pemain usai laga tandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Seusai menahan imbang 3-3, sejumlah pemain Kabau Sirah dilaporkan masih menjalani pemulihan akibat cedera.

Diketahui bahwa laga tersebut digelar pada Sabatu (24/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Manajer Semen Padang FC, Masykur Rauf, mengatakan bahwa hasil imbang menghadapi Bali United bukanlah hasil yang buruk untuk memulai putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Hal itu dikarenakan tim berjuluk Kabau Sirah sudah lama tidak mendapatkan poin saat menghadapi Bali United.

Baca juga: Hasil Bali United vs Semen Padang FC: Hujan 6 Gol di Dipta, Ripal Wahyudi Selamatkan Kabau Sirah

"Sekarang kita dapat poin, dan kemarin itu memang bisa dapat tiga poin. Akan tetapi rezeki kita hanya dapat satu poin," ujar Masykur Rauf, Senin (26/1/2026) malam.

Ia menilai hasil imbang menghadapi Bali United adalah awal yang bagus dalam memulai putaran kedua dengan harapan ke depannya lebih baik.

"Usai laga ada beberapa pemain yang mengalami cedera, tetapi kondisinya tidak parah," ujarnya.

Tekait kondisi kiper Kabau Sirah, Rendy Oscario Sroyer, yang diganti pada babak kedua dalam laga menghadapi Bali United sudah kembali membaik.

"Rendy Oscario kondisinya tidak apa-apa, tadi sudah kembali mengikuti sesi latihan," katanya.

Baca juga: Turunkan 5 Pemain Asing Baru, Semen Padang FC Bungkam Bali United 2-0 di Babak Pertama

"Untuk pemain yang belum mengikuti latihan itu adalah Firman Juliansyah, Armando Oropa, Kazaki Nakagawa, dimana masih dalam proses pemulihan," lanjutnya.

Dijelaskannya untuk kodisi Firman Juliansyah mengalami cedera akibat berbenturan saat laga menghadapi Bali United, sehingga diminta untuk istirahat.

Sedangkan Armando Oropa mengalami benturan pada bagian lututnya, akan tetapi kondisinya tidak terlalu parah dan masih bisa dirawat untuk beberapa hari ke depan.

"Sementara itu, untuk Kazaki Nakagawa mengalami cedera engkel, dan saat laga uji coba menghadapi Josal FC masih terasa sakit," pungkasnya.

Kabau Sirah Uji Coba Lawan Klub Liga Korea Selatan 28 Januari 2026

Tim Semen Padang FC menjadwalkan laga uji coba menghadapi klub papan atas Liga Korea Selatan.

Diketahui bahwa tim yang akan dihadapi tim Semen Padang FC dalam mematangkan persiapannya dalam mengarungi putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026 adalah melawan Pohang Steelers.

Manajer Semen Padang FC, Masykur Rauf, mengatakan bahwa timnya masih berada di Bali usai menghadapi Bali United dengan hasil imbang 3-3 pada pekan ke 18.

Baca juga: 7 Fakta Bali United vs Semen Padang FC: Dua Gol Dianulir, Cedera, hingga Drama Enam Gol

"Kita belum kembali ke Padang, saat ini masih stay di Bali. Kita mau lawan klub dari liga asal Korea Selatan pada tanggal 28 Januari 2026," ujar Masykur Rauf, saat dihubungi TribunPadang.com, Senin (26/1/2026) malam.

Ia menyebut, setelah menghadapi laga uji coba melawan menghadapi tim dari liga Korea Selatan, kemudian berangkat untuk persiapan menghadapi PSM Makassar.

Laga antara Semen Padang FC menghadapi PSM Makassar dijadwalkan di Stadion BJ Habibie, Pare Pare, pada Senin (2/2/2026) pukul 19.00 WIB.

"Jadi laga uji coba ini akan digelar dua hari lagi di Bali. Untuk laga uji coba hanya satu saja," ujarnya.

Baca juga: Skuad Terlalu Gemuk, Semen Padang FC Pastikan Lakukan Cuci Gudang

Latihan bersama ini rencananya akan digelar apa adanya.

"Dimana akan kita atur sendirinya, seperti babak pertama 30 menit dan babak kedua 30 menit. Ya, seperti laga uji coba biasa," sebutnya.

Semen Padang FC Jalani Lima Laga Penting di Februari 2026

Semen Padang FC akan menghadapi lima pertandingan dalam bulan Februari 2026 dalam kompetisi BRI Super League 2026.

Diketahui bahwa tim Semen Padang FC telah memulai putaran kedua dengan meraih satu poin setelah bermain imbang 3-3 dengan Bali United.

Semen Padang FC sempat unggul 2-0 pada babak kedua, namun berakhir dengan skor 3-3 dalam menghadapi Bali United pada lanjutan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026.

Laga tersebut digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Semen Padang FC Tahan Imbang Bali United 3-3, Kabau Sirah Masih Tertahan di Zona Degradasi

Hasil laga tersebut belum mampu membuat tim Semen Padang FC keluar dari zona degradasi.

Tim berjuluk Kabau Sirah  baru mengumpulkan 11 poin dan kini bertengger di posisi ke 17 klasemen sementara.

Kemudian pada bulan Februari 2026, tim Semen Padang FC akan menghadapi dua laga kandang dan tiga laga tandang.

Untuk laga tandang, Semen Padang FC akan menghadapi PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, pada Senin (2/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Semen Padang FC Tahan Imbang Bali United, Dejan Antonic Soroti 2 Gol Dianulir dan Pemain Cedera

Kemudian, menghadapi Arema FC di Stadion Kanjurugan, pada Minggu (15/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Semen Padang juga dijadwalkan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di PKOR Sumpah Pemuda, pada Selasa (24/2/2026) pukul 20.30 WIB.

Sementara itu, untuk laga kandang, skuad Kabau Sirah akan menghadapi Persita Tangerang di Stadion GOR Haji Agus Salim Padang, pada Minggu (8/2/2026) pukul 5.30 WIB.

Setelah itu, menjamu Malut United di Stadion GOR Haji Agus Salim Padang, pada Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 WIB.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.