TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pemerintah Kabupaten Karangasem memastikan akan melakukan penataan sistem pelayanan dan sumber daya manusia di RSUD Karangasem, menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini diungkapkan Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, saat sidak di RSUD Karangasem, Senin 26 Januari 2026. Didampingi Direktur RSUD Karangasem, I Putu Angga Wirayogi.
Dalam peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan RSUD Karangasem, mulai dari ruang rawat inap, ruang perawatan balita, hingga area pelayanan pasien, Bupati Gusti Pawata mendapati masih adanya keluhan pasien dan keluarga terkait alur pelayanan, koordinasi antar petugas, serta kenyamanan layanan.
“Pelayanan kesehatan ini soal kemanusiaan. Tidak boleh setengah hati, tidak boleh kerja asal-asalan. Rumah sakit harus menjadi tempat pengabdian, bukan hanya tempat bekerja,” tegas Gusti Parwata di hadapan manajemen rumah sakit.
Baca juga: KELUHAN WARGA Pelayanan Rujukan RSUD Karangasem, Tak Ada CT-Scan Hingga Dokter Spesialis Bedah Saraf
Salah satu fokus utama Pemkab Karangasem adalah penataan sumber daya manusia.
Dengan jumlah pegawai yang mencapai sekitar 800 orang, Pemkab menilai perlu ada penyesuaian agar komposisi tenaga benar-benar sejalan dengan kebutuhan layanan.
Penataan ini mencakup distribusi pegawai, hingga pengurangan jumlah secara bertahap dan terukur.
"Ini menata sistem. Rumah sakit harus efektif, profesional, dan benar-benar melayani,” ujarnya.
Ini juga merupakan upaya meningkatkan efektivitas kerja, memperbaiki distribusi tenaga medis antara RSUD Karangasem dan RS Pratama. Serta memastikan setiap unit layanan memiliki personel yang tepat.
Selain SDM, Pemkab juga menyoroti pola rujukan pasien yang dinilai perlu dievaluasi.
Rujukan ke rumah sakit swasta diminta hanya dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan medis, bukan karena lemahnya koordinasi atau kedisiplinan internal.
Evaluasi kinerja juga diharapkan dilakukan di Unit Gawat Darurat (UGD), mulai dari menegakkan disiplin dokter, serta mendorong inovasi pelayanan berbasis informasi yang lebih edukatif dan berorientasi pada pasien.
Pemkab menargetkan perubahan yang berdampak langsung pada pengalaman pasien.
Bupati Gusti Parwata menegaskan, RSUD Karangasem harus kembali pada fungsi dasarnya sebagai rumah sakit publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
"Rumah sakit ini milik rakyat. Harapan dan nyawa rakyat ada di tangan para petugas medis ini. Jangan main-main,” ungkapnya. (mit)