TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sopir truk tronton bernopol L 8861 UC, Sutarno (43) meninggal seusai kendaraannya tertemper KA Gajayana relasi Malang-Gambir di JPL 582, perlintasan Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen pada Selasa (27/1/2026) sekira pukul 21.30.
Tubuh warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas itu bahkan sampai terpental hingga ke perlintasan kereta api.
Sedangkan kernet truk, Suryanto (54) warga Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dilarikan ke RSUD Prembun guna mendapatkan perawatan.
Begitu juga petugas palang pintu, Rahman Al Ghazali (23) warga Kebumen yang kini dirawat di RSUD Kebumen.
Baca juga: Palang Pintu Belum Menutup Sempurna, Biang Kerok Truk Tertemper KA Gajayana di Kebumen?
• Detik-detik Truk Tertemper KA Gajayana di Kutowinangun Kebumen, 1 Tewas dan 2 Terluka
Akibat kejadian itu, pos penjagaan perlintasan KA hancur tinggal puing-puing atau rata tanah.
Dari keterangan yang dihimpun, truk tronton awalnya melintas dari arah Kabupaten Purworejo menuju Kabupaten Banyumas.
Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Edi Nugroho menyampaikan, pihaknya bersama instansi terkait saat ini masih berupaya mengevakuasi badan truk tronton yang menutup satu jalur kereta api dengan mengerahkan satu mobil derek.
Dia menerangkan, rekayasa lalu lintas berupa buka tutup jalur dilakukan selama proses evakuasi, baik arus dari arah Purworejo menuju Kebumen atau Purwokerto, begitu pula sebaliknya.
"Kami akan tetap dilaksanakan sistem buka-tutup sampai evakuasi truk tronton dilaksanakan, sehingga lajur kereta satu atau dua, dua-duanya dapat digunakan kembali," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/1/2026) dini hari.
Menurutnya, proses evakuasi membutukan waktu lama. Oleh karena itu, pengguna jalan yang melintasi jalan nasional disarankan untuk menggunakan jalur alternatif.
Saat ditanya mengenai penyebab kecelakaan, terangnya, masih dalam penyelidikan.
Pasalnya, kernet truk dan petugas palang pintu belum bisa dimintai keterangan hingga saat ini.
"Yang terlibat baik itu kenek truk tronton dan petugas palang pintu kereta api sedang dilaksanakan pengobatan lebih lanjut di RSUD," jelasnya.
Baca juga: Ketua Paguyuban PKL Pleburan Semarang: Dipalak 2 Kali Sehari, Rp20 Ribu Siang dan Malam
• AWAS, Pengutil Beraksi di Kerumunan Warga saat Nonton Karnaval, Datang Berkelompok Lintas Daerah