1. KM Dharma Kartika IX Miring di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Muatan Truk Bergeser
Kapal penumpang dan barang KM Dharma Kartika IX dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 5 derajat saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 05.30 Wita.
Berdasarkan pantauan di dalam kapal, sejumlah truk pengangkut muatan terlihat dalam posisi miring akibat kemiringan kapal.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian barang bawaan bergeser, bahkan dilaporkan banyak telur pecah dari muatan salah satu truk.
Baca juga: POPULER KALTIM: Pembunuhan di Jl MT Haryono Balikpapan hingga Kasus Korupsi Pelabuhan di PPU
Petugas pelabuhan bersama kru kapal langsung melakukan penanganan darurat.
Saat ini, proses pemindahan barang bawaan truk dari dalam kapal menuju truk lain di luar kapal tengah berlangsung untuk mengurangi beban dan menstabilkan posisi kapal.
Dari pantauan di lokasi, muatan kapal yang berada di dalam KM Dharma Kartika IX juga telah diikat untuk mencegah risiko semakin miring atau terbalik.
2. Gas LPG di Samarinda Meledak, Satu Korban Dilaporkan Meninggal
Ledakan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram (kg) menghebohkan warga di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pukul 18.45 Wita.
Dalam peristiwa yang terjadi di sebuah Toko Sembako bernama ‘Toko Sutami Houseware’ ini dilaporkan satu orang meninggal dunia, menjadi korban dalam ledakan ini dengan terdapat luka berat serius di bagian kepala.
Pantauan TribunKaltim.co di Tempat Kejadian Perkara (TKP), warga telah ramai berkumpul bersama petugas kepolisian serta ambulans terparkir untuk mengevakuasi korban yang bersimbah darah.
Jajaran kepolisian juga berada di TKP dan mulai akan memasang jarak dengan garis polisi agar warga yang tidak berkepentingan menjauh dari area korban.
Sebuah truk roda enam juga terlihat parkir di lokasi kejadian, tak jauh dari korban tergeletak meninggal dunia.
Diduga korban yang meninggal dunia merupakan pekerja yang hendak memindahkan barang dari kendaraan ke toko tersebut.
Barang–barang, seperti air mineral minyak, banyak bahan sembako termasuk gas LPG 12 Kg berwarna merah jambu juga tampak berhamburan di depan toko tersebut.
“Ledakan tabung gas informasinya,” kata salah satu relawan bernama Peppy yang ada di TKP.
3. Terduga Pelaku Pembunuhan di Jl MT Haryono Balikpapan Ditangkap di Sebelah TKP, Polisi Dalami Motif
Polisi masih terus memproses kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah warung sembako Cahaya Salama yang berada di Jalan MT Haryono, RT 8, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/1/2026).
Lokasi kejadian tepat berada di dekat tanjakan Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD).
Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi mengatakan masih mendalami motif terduga pelaku melakukan penikaman hingga korban VS (19) meninggal dunia.
Agus memastikan bahwa kasus ini bukan perampokan seperti isu yang beredar.
Hasil pemeriksaan dokter forensik dari RSKD pun sudah keluar.
Pantauan di lokasi, tempat kejadian perkara (TKP) saat ini masih dipasangi garis polisi.
Baca juga: POPULER KALTIM: Jembatan Mahulu Ditabrak Lagi hingga Kapal Sungai Mahakam tak dapat BBM Subsidi
Korban Ditemukan Pemilik Bangunan
Korban diketahui berinisial VS (19), warga asal Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Korban merupakan penjaga sekaligus penyewa warung sembako Cahaya Salama, bukan pemilik bangunan.
Pemilik bangunan warung, HM Yasin, mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita dalam kondisi mengenaskan di dalam toko.
“Kondisinya terlentang, sudah berdarah-darah. Saya bilang ini bukan kecelakaan, ini ada darah, jangan-jangan ditusuk orang,” ujar Yasin.
Menurutnya, tubuh korban sudah lemas dan berlumuran darah sehingga sulit dievakuasi.
Korban akhirnya digeser menggunakan sarung.
Dari keterangan medis, korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus rongga perut dan merobek pembuluh nadi utama.
Terduga Pelaku Ditangkap di Sebelah TKP
Aparat kepolisian mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pada hari yang sama.
Terduga pelaku diamankan dari sebuah toko yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan, terduga pelaku mengenakan pakaian batik, dengan kedua tangan diborgol, lalu dibawa menggunakan mobil berwarna hitam dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Bibi Korban Histeris
Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian sesaat setelah korban ditemukan dan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipasang police line (garis polisi).
Sejumlah kerabat korban terlihat menangis histeris setelah mengetahui korban meninggal dunia.
Seorang perempuan yang diketahui merupakan bibi korban tampak syok dan terus menangis sambil menyebut korban sebagai ponakannya, hingga harus ditenangkan oleh warga dan petugas kepolisian di lokasi.
Isi Rekaman CCTV
Rekaman kamera pengawas (CCTV) di dalam toko merekam detik-detik peristiwa penusukan.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat mengenakan kaos putih, celana pendek hitam, dan jam tangan di tangan kiri.
Sementara terduga pelaku mengenakan topi, kaos putih, dan celana panjang hitam.
Awalnya korban dan terduga pelaku terlihat berada di area kasir dan sempat berbincang singkat.
Saat korban mengambil barang di rak, terduga pelaku menoleh ke arah luar toko.
Ketika barang diletakkan di meja kasir, terduga pelaku tiba-tiba memegang tangan kiri korban dan menusuk pinggang kanan korban menggunakan senjata tajam.
Korban sempat berusaha melepaskan diri, namun kembali ditusuk di bagian bahu kiri.
Setelah itu, korban berlari ke arah belakang toko, sementara terduga pelaku mengejar ke area belakang.
Seluruh kejadian berlangsung singkat dan terekam jelas oleh CCTV.
Motif Masih Didalami
Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.20 Wita terkait peristiwa penikaman di kawasan Gunung Samarinda Baru.
Terkait motif, pihak kepolisian menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti penikaman.
Polisi juga membantah informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan perampokan atau motif lain.
“Bukan, bukan. Ini murni penikaman. Untuk motifnya masih kami dalami,” tegas AKP Agus Fitriadi.
4 Saksi Diperiksa
AKP Agus Fitriadi menyampaikan bahwa polisi telah memeriksa empat orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, rekaman CCTV, serta topi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Untuk pelaku sudah ada yang diamankan, namun masih kami lakukan pendalaman. Mohon waktu,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
Hasil Pemeriksaan Forensik
Hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan di RS Bhayangkara Balikpapan mengungkap korban tewas akibat luka tusuk yang menembus rongga perut dan merobek pembuluh nadi utama, sehingga menyebabkan perdarahan hebat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM.
“Berdasarkan temuan pemeriksaan, jenazah laki-laki usia 18 sampai 25 tahun, dengan kesan gizi cukup. Ditemukan berbagai luka akibat kekerasan tumpul dan tajam,” jelas dr Heryadi.
Dari hasil pemeriksaan forensik, ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul berupa lecet pada dahi, leher, dan jari kelingking kiri.
Sementara luka akibat kekerasan benda tajam berupa luka iris pada kepala bagian belakang dan pipi, serta luka tusuk pada dada, perut, lengan kanan, dan telapak tangan.
Selain itu, dokter forensik juga menemukan resapan darah pada tirai usus dan penggantung usus, pengempisan paru-paru kiri, robekan pada pembuluh nadi utama perut, serta tanda-tanda perdarahan hebat.
“Sebab kematian adalah luka tusuk pada perut kanan yang menembus rongga perut, merobek pembuluh nadi utama perut, sehingga menyebabkan perdarahan hebat. Total luka ada sebanyak 13,” tegas dr Heryadi.
Waktu kematian diperkirakan terjadi 2–6 jam sebelum pemeriksaan forensik dilakukan.