TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyiapkan pemasangan sekitar 100 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada tahun 2026.
Untuk merealisasika PJUTS Ini, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp5 miliar dari APBD.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, Muhammad Darwis, mengatakan lampu jalan tersebut akan dipasang di ruas jalan kabupaten yang tersebar di seluruh kecamatan hingga wilayah desa.
“Lampu yang dipasang merupakan PJUTS, seperti yang sudah terpasang di kawasan PTB,” katanya saat dihubungi Tribun Timur, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, meski penerangan jalan di sejumlah kecamatan dan desa sudah tersedia, penambahan masih sangat dibutuhkan, terutama untuk wilayah pelosok yang minim penerangan.
“Masih perlu penambahan sampai ke wilayah pelosok,” katanya.
Baca juga: 7 Kasus Kebakaran Terjadi di Maros Sebulan Terakhir, 3 Korban Meninggal Dunia
Darwis menyebutkan, secara umum seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Maros telah memiliki fasilitas penerangan jalan.
Namun, peningkatan sarana dan prasarana tetap diperlukan agar kualitas penerangan lebih merata.
“Yang perlu penambahan adalah sarana dan prasarana penerangan jalannya agar bisa lebih ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Menurutnya, dalam tahap awal perencanaan, jumlah titik pemasangan lampu jalan diperkirakan sekitar 70 titik dan akan bertambah hingga sekitar 100 titik.
“Untuk jumlah pastinya masih dalam tahap perencanaan. Sementara sekitar 70 titik dan akan ditambah lagi,” jelas Darwis.
Ia memastikan seluruh kecamatan di Kabupaten Maros akan mendapatkan pemasangan lampu jalan.
Khusus Kecamatan Turikale, sebagian besar wilayah kelurahan disebut sudah memiliki penerangan yang cukup baik.
“Kalau Turikale, hampir semua wilayah kelurahan sudah terang. Insya Allah semua 14 kecamatan akan dipasang,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Maros, Muhammad Yusuf Sarro, menilai program penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan jalur rawan kecelakaan.
“Kami di DPRD tentu mendukung program peningkatan penerangan jalan, karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, termasuk penentuan titik pemasangan serta pengawasan pelaksanaan di lapangan.
“Kami berharap perencanaannya matang, titik pemasangannya jelas, dan pelaksanaannya sesuai ketentuan,” tegasnya.
Ia juga berharap anggaran yang dialokasikan dari APBD benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Semoga benar-benar menjangkau wilayah yang masih minim penerangan,” tambahnya.(*)