TRIBUNNEWS.COM - Belum ada yang berhasil mencapai kesuksesan Antonio Conte membawa Chelsea juara Liga Inggris pada musim perdana kepelatihannya sejak sembilan tahun lalu 2016/2017.
Silih berganti pelatih menukangi tim London Barat. Capaian terbaik diraih oleh Thomas Tuchel dengan juara Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.
Tidak hanya mahkota trofi juara, dalam perjalanannya Antonio Conte juga membawa Chelsea menjadi tim yang dominan. Sebanyak 13 kemenangan beruntun hingga menghasilkan 93 poin di klasemen akhir pada musim itu.
Trofi yang diraih Conte merupakan gelar kelima bagi Chelsea dalam 13 musim terakhir, merupakan periode yang sama dengan Man United.
Sembilan tahun berlalu, Chelsea tidak hanya gonta-ganti pelatih, tetapi juga mengeluarkan dana yang besar untuk mendatangkan pemain.
Enza Maresca yang diharapkan bisa mengulang kesuksesannya di Leicester bersama The Blues masih jauh dari ekspektasi.
Dan kini, masa jabatan Liam Rosenior yang akan membawa Chelsea ke masa-masa yang baru.
Liam Rosenior akan melawan Antonio Conte nanti malam, pada laga pamungkas fase liga Liga Champions.
Pertandingan yang akan menjadi panggung reuni Antonio Conte dengan Chelsea.
Panggung tersebut akan menentukan langkah masing-masing tim dalam fase krusial.
Chelsea butuh kemenangan untuk memastikan tempat di delapan besar klasemen, sedangkan tim besutan Conte, Napoli butuh kemenangan untuk finis di 24 besar klasemen.
Napoli kini berada di urutan ke-25, tempat yang menjadi batas untuk maju ke babal playoff babak 16 besar Liga Champions.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit dalam suasana yang sangat istimewa," tutur Liam Rosenior soal Antonio Conte, dikutip dari Football Italia.
"Ini sama sekali tidak mengubah rencana saya karena saya telah merencanakan pertandingan yang sangat sulit," sambungnya.
Baca juga: Nilai Transfer Cole Palmer Bikin Kaget, Chelsea Bikin MU Tak Bisa Asal Gerak
Rosenior adalah pelatih kepala ketujuh, setelah Conte dipecat pada Juli 2018.
Pada musim keduanya di London Barat, perselisihan Conte dengan manajemen klub mulai timbul. Chelse ketika itu masih berada di bawah kepemilikan Roman Abramovich.
Chelsea gagal mendatangkan Romelu Lukaku yang akhirnya ke Manchester United, Virgil van Dijk ke Liverpool, dan Kyle Walker ke Man City.
Antonio Conte merekrut Tiemoue Bakayoko, Alvaro Morata, Davide Zappacosta, Danny Drinkwater, dan Antonio Rudiger yang menjadi pembelian paling sukses di antara rekannya yang lain.
Akhirnya, kemrosotan terjadi.
Chelsea finis di peringkat 5, selisih 30 poin dengan Manchester City yang menjuarai Liga Inggris dengan raihan 100 poin.
Musim tersebut menjadi masa transisi Conte karena berhasil juara Piala FA, namun gagal mempertahankan mahkota Liga Inggris.
Menariknya, skuad juara yang dibawa Antonio Conte tidak banyak mengalami perubahan dari skuad musim sebelumnya di mana Chelsea finis di urutan ke-10 di bawah asuhan Guus Hiddink.
Bagaimanapun, kepemimpinan Conte akan tetap dikenang baik oleh publik London Barat.
"Itu adalah pengalaman yang luar biasa," beber Conte jelang reuninya dengan Chelsea, dikutip dari BBC.
"Kita sedang membicarakan klub fantastis dengan visi yang hebat, mentalitas juara, dan keinginan yang sama untuk menang," tambahnya.
Pada masa kepergian Conte dari London Barat terulang saat Chelsea mengakhiri masa jabatan Enzo Maresca.
Bumbu-bumbu ketegangan dengan manajemen menjadi pemicunya.
Hingga pada akhirnya, momentum pemecatan tidak bisa terelakkan. Maresca berpisah dengan Chelsea secara mengejutkan pada awal Januari 2026, dan digantikan dengan Rosenior yang notabene masih memiliki hubungan dengan pemilik Chelsea.
Pada musim pertama Maresca, Chelsea sejatinya mampu mempekecil selisih poin dengan pemimpin klasemen Liga Inggris, Liverpool menjadi 16 poin. Liverpool ketika itu juara dengan koleksi 84 poin, dan menjadi capaian yang paling rendah sejak perolehan gelar juara tahun 2016.
Ketidakstabilan Chelsea menjadi masalah jika dibandingkan Man City, Liverpool, dan Arsenal yang mendominasi papan atas dalam beberapa musm terakhir.
Chelsea berharap bisa bekerja sama dengan pelatih dengan kontrak berdurasi panjang.
Thomas Tuchel satu di antaranya. Ia memiliki hubungan baik dengan direktur klub, Marina Granovskaia, dan penasihat teknis, Petr Cech.
Namun, sanksi dari pemerintah Inggris menyebabkan berakhirnya kepemimpinan Abramovich.
Saat Todd Boehly dan Clearlake Capital mengambil alih Chelsea tahun 2022, mereka menegaskan bahwa The Blues merupakan tim yang penuh ambisi untuk gelar juara.
Segala upaya dilakukan, termasuk mendatangkan sejumlah pemain kenamaan, pemain muda, bahkan pemain yang berlabel paling mahal.
Ambisi tersebut, kedatangan pemain baru, ternyata tidak sejalan dengan kondisi ruang ganti yang kerap berganti arah dari nahkodanya.
Graham Potter, Mauricio Pochettino, hingga Enzo Maresca tidak cukup lihai mengelola hal itu.
Kini, giliran Liam Rosenior yang dinilai punya prospek saat menukangi klub Prancis, Strasbourg yang fokus pada pengembangan pemain muda.
Proyeksi ini tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya.
Reuni Chelsea yang kini dibesut Liam Rosenior menghadapi Antonio Conte bersama Napoli akan berlangsung di Stadio Armando Maradona, Naples pada Kamis (29/1/2026) jam 03.00 WIB.
(Tribunnews.com/Sina)