TRIBUNMANADO.CO.ID - Keadaan Meylani, pekerja Migran asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang terjebak di Libya, kian menyesakkan.
Wanita berusia 28 tahun ini terus saja dipekerjakan secara tidak manusiawi.
Dirinya sering bekerja hingga tengah malam.
Bukan hanya di satu rumah.
Tapi di beberapa rumah.
Sementara kondisi tubuhnya kian menurun.
Ia mengalami sakit pada bagian kaki dan punggung.
"Ia sering mengeluh pada saya di chatingan," kata Olivia adik dari Meylani, Rabu (28/1/2026).
Ungkap Olivia, sang kakak kini tenggelam dalam doa.
Ia kerap memanjatkan doa Novena.
"Kakak sering berdoa," katanya.
Olivia mengatakan, keluarga berharap agar sang kakak dapat dipulangkan.
Ia memohon pada Presiden Prabowo Subianto.
"Juga pada Menteri dan Pak Gubernur YSK," katanya.
Malang nasib Meylani Madalombang.
Pekerja Migran asal Manado ini diduga dianiaya di Libya.
Sudah demikian, ia musti membayar uang Rp 144 Juta kepada pemerintah Libya akibat over stay.
Meylani harus bisa membayar denda itu untuk bisa pulang ke tanah air.
Sewaktu berangkat, Meylani diduga hanya dibekali bisa turis oleh oknum yang memberangkatkannya.
Hal ini dibeber oleh Hence Tamboto selaku anggota tim perlindungan BP3MI Sulut kepada Tribunmanado.com di kantor BP3MI Sulut di Jalan 17 Agustus, Manado, Sulut, Selasa (27/1/2026).
"Dia over stay hingga musti bayar denda ke pemerintah Libya," kata dia.
Menurut dia, denda itu bisa saja terus bertambah seiring dengan makin lama ia berada di sana.
Hence mengatakan, pihaknya telah menangani kasus tersebut sesuai kewenangan.
Ia menuturkan, tim menerima laporan dari keluarga pada 18 Maret 2025.
"Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke penyalur untuk melakukan klarifikasi," katanya.
Langkah selanjutnya, beber dia, adalah tim mengirim laporan ke Kementerian.
Dari Kementerian lantas menyurat ke KBRI di Tripoli, Libya.
"Namun hingga saat ini belum ada balasan," kata dia.
Ungkap dia, tim bertindak sesuai kewenangan yang dimiliki.
Dikatakannya, pemantauan tetap dilakukan terhadap Meylani.
Di mana Libya?
Libya adalah negara di Afrika Utara.
Libya berbatasan langsung dengan Laut Mediterania di utara.
Libya berbatasan dengan Mesir, Sudan, Chad, Niger, Aljazair, dan Tunisia.
Ibu kota Libya adalah Tripoli.
Sebagian besar wilayah Libya adalah Gurun Sahara.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK