TRIBUN-BALI.COM - Semi Cristian Banafanu (31) yang merupakan korban selamat bencana air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga dikabarkan meninggal dunia.
Padahal Semi merupakan korban yang satu-satunya selamat bahkan sempat menjalani perawatan di RS Prof Ngoerah Denpasar, Bali.
Menurut informasi yang didapat, Semi yang bekerja sebagai pengepul minyak jelantah itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kupang, Senin (26/1) lalu sekitar pukul 12.15 Wita. Semi kabarnya memilih untuk dirawat di Kupang pascamenjalani operasi di RS Prof Ngoerah karena kakinya patah.
Dengan demikian, Semi menyusul istri dan putrinya, Yuliana Da Costa Makun (28) dan Audre Natania Banafanu (1,5 tahun) yang lebih dulu meninggal akibat terseret arus banjir luapan Subak Jemanik beberapa waktu lalu.
Ketua Flobamora Tabanan, Paskalis Boli, saat dikonfirmasi Rabu (28/1) tidak menampik kabar duka tersebut. Bahkan dia mengaku jika sang suami atau Semi meninggal di rumah sakit.
Baca juga: DUGA Langgar Sempadan Pantai, Satpol PP Buleleng Datangi 4 Vila di Bungkulan Buleleng
Baca juga: TABRAKAN Beruntun di Pedungan, Pemotor Wanita Hantam Mobil Parkir Lalu Terpental ke Kolong Truk!
"Saya mendapat informasi dari Kupang, Pak Semi meninggal dunia di rumah sakit. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya," ujarnya.
Diakui Semi pulang ke Kupang untuk mengantar jenazah istri dan anaknya ke tempat peristirahatan terakhir. Padahal, usai menjalani operasi patah kaki di RS Prof Ngoerah dokter sebenarnya tidak mengizinkan Semi pulang.
Namun karena bersikeras ingin mengantar istri dan anaknya dimakamkan, Semi tetap berangkat ke Kupang. Rombongan bertolak Sabtu (24/1) sore, meski sempat tertunda akibat keterlambatan penerbangan dan baru tiba di Kupang malam hari.
"Dokter di Sanglah sudah berkoordinasi dengan dokter di Kupang agar Pak Semi langsung masuk rumah sakit setibanya di sana. Tapi beliau tetap ke kampung untuk mengikuti prosesi pemakaman," terang Paskalis.
Setelah prosesi pemakaman pada Minggu (25/1) Semi dibawa ke rumah sakit di Kupang dan sempat mendapatkan perawatan intensif. Namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Paskalis, luka berat yang dialami Semi berada di bagian kaki kanan yang mengalami patah dan remuk. Namun tuhan berkata lain Semi pun meninggal usai penguburan keluarganya.
"Setahu saya tidak ada luka dalam, yang parah di kaki kanan sehingga harus dioperasi usai kejadian itu," ucapnya
Disinggung mengenai anak pertama korban, Nathalia Dequenza Banafanu, kini dirawat oleh keluarga. Bahkan Dequenza sudah berada di Kupang. (gus)
Seperti diketahui, bencana air bah menimpa keluarga asal Kupang tersebut pada Rabu (21/1) dinihari. Luapan air dari saluran irigasi Subak Jemanik yang tertutup material longsor menghantam rumah kontrakan mereka saat hujan deras mengguyur wilayah Tabanan.
Yuliana dan anak bungsunya hanyut terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1).
Sang anak ditemukan di Pantai Batubelig, Badung, sedangkan Yuliana ditemukan di aliran Sungai Yeh Ge, Desa Abiantuwung.
Dalam peristiwa tersebut, Semi sempat selamat setelah tersangkut di rumpun bambu di belakang rumahnya. Dia mengalami patah kaki dan langsung dilakukan operasi di RS Prof Ngoerah. (gus)