Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG BARAT - Basarnas kembali menyerahkan dua kantung jenazah ke DVI Polri dalam pencarian korban longsor Cisarua pada, Rabu (28/1/2026). Kedua jenazah dievakuasi dari sektor A2 pada pukul 11.06 WIB dan 15.46 WIB.
"Penemuan pada hari kelima adalah dua body pack yang seluruhnya berasal dari sektor A2," kata Kepala kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Selama lima hari pencarian, ada 53 kantung jenazah yang diserahkan Basarnas ke DVI Polri. Dari angka tersebut, 37 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi oleh petugas DVI.
Data terbaru, korban longsor Cisarua mencapai 158 orang dengan 78 diantaranya dilaporkan selamat dan 80 orang dilaporkan hilang.
Angka 80 orang tersebut menjadi acuan Basarnas dalam mencari korban yang diduga terkubur lumpur longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini.
"Jumlah korban yang masih dalam pencarian sekitar 27 jiwa," ujarnya.
Baca juga: 4 Hari Pencarian Tim SAR Temukan 48 Jenazah di Lokasi Longsor Cisarua KBB
Baca juga: 23 Anggota Marinir Jadi Korban Longsor Pasirlangu, Ada Prajurit Asal Tasikmalaya?
Ade menambahkan, hujan, kabut, dan potensi longsor susulan menjadi kendala dalam misi pencarian korban.
"Situasi ini berdampak langsung terhadap proses pencarian korban bencana tanah longsor, sehingga kegiatan tim SAR gabungan dilakukan secara terbatas, selektif, dan sangat mengutamakan keselamatan personel di lokasi bencana," tandasnya.
Pantauan di lokasi, area longsor terlihat diselimuti kabut yang cukup tebal dan jarak pandang hanya mencapai 10 meter. Hujan lebat juga terjadi meski dengan durasi tak begitu lama.
Sebelum diselimuti kabut tebal dan hujan lebat, SAR gabungan terlihat berada di area longsor. Ada yang membuat jalur evakuasi hingga ada yang menggali lumpur dengan 6 ekskavator.
"Untuk sementara kami hentikan. Apabila cuaca sudah cerah dan memungkinkan, pencarian akan kami lanjutkan," kata Kepala Operasi SAR Bandung, Muhammad Adip di Posko Basarnas.
Adip menuturkan, penghentian sementara dilakukan dengan dasar mengutamakan keselamatan dan menghindari potensi bahaya.
"Jika pencarian dipaksakan, hal tersebut berpotensi bahaya, di lapangan, termasuk adanya risiko longsor susulan," ujarnya.
Potensi Longsor Susulan
Basarnas mengkonfirmasi adanya potensi longsor susulan ke Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Curah hujan dengan intensitas ringan dan lebat membuat mahkota longsor di Gunung Burangrang akan tergenang air hingga berpotensi mengakibatkan longsor susulan.
"Yang dikhawatirkan kami dengan cuaca hujan ringan sampai dengan lebat yang mengakibatkan genangan air di mahkota itu bisa mengakibatkan terjadinya longsor susulan, itu laporan yang kami dapat dari ahli geologi," kata Kepalas kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Ade mengungkapkan, kontur tanah di titik mahkota longsor dinilai masih dalam kondisi labil, khususnya saat diguyur hujan seperti yang terjadi hari ini. Kerawanan mahkota longsor pula yang mendorong Basarnas akhirnya sempat menghentikan sementara misi pencarian korban
Operasi pencarian di hari ini juga sempat dihentikan berdasarkan hasil asesmen di mahkota longsor yang dinilai semakin rawan karena diguyur hujan di pagi hari.
"Sejak pagi hujan merata, berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta aseselmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, sektor A2 dan A3 sempat dihentikan karena berada pada jalur longsor," ungkapnya.
Ade menambahkan,hujan intensitas ringan hingga lebat masih mengguyur wilayah Cisarua pada Kamis (29/1/2026). Hal itu membuat Basarnas semakin meningkatkan kewaspadaan dalam misi pencarian korban longsor yang diduga masih terkubur lumpur.
"Kami menegaskan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan prinsip utama keselamatan personel sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi, dan transparansi data korban, serta sinergi seluruh unsur terkait," ujarnya.
Sebagaimana diketahui bencana longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Sekitar 30 rumah warga terdampak akibat material tanah bercampur air yang mengalir deras dari lereng bukit Gunung Burangrang. (*)
(*)