Kementerian PU Kirim Alat Berat dan Jembatan Darurat ke Daerah Terdampak Banjir Bandang Purbalingga
January 28, 2026 11:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menetapkan status Tanggap Bencana terkait banjir bandang dari Gunung Slamet yang melanda tiga desa.

Status Tanggap Bencana ini berlaku untuk empat dusun yang terdampak banjir bandang cukup parah di Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet.

Empat Dusun itu adalah Dusun Blambangan, Desa Kutabawa; Dusun Gunung Malang dan Dusun Kaliurip, Desa Serang, ketiganya di Kecamatan Karangreja; dan Dusun Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.

Demi mempercepat pemulihan akses jalan akibat banjir bandang dari Gunung Slamet itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengirim sejumlah alat berat melalui BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta. 

Alat yang telah berada di lapangan terdiri dari 1 unit buldozer D65 dan 2 unit dump truck. 

Baca juga: 1.004 Warga Purbalingga Masih Mengungsi Akibat Banjir Bandang Gunung Slamet, Pemulihan Jalur Dikebut

Selain itu, Kementerian PU memobilisasi tambahan 1 unit buldozer D65 dan 1 unit excavator PC200 yang dijadwalkan tiba untuk mempercepat pembukaan dan pembersihan jalur terdampak. 

"Kami telah berkoordinasi dengan Pemda DPUPR Kabupaten Purbalingga."

"Kami segera memobilisasi alat berat 2 buldozer, 2 dump truck dan besok kita kirimkan PC 200 untuk mengatasi banjir dan longsor di area Purbalingga ini."

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk mobilisasi alat yang dibutuhkan di lokasi," kata Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher, dikutip dari Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Jembatan Darurat

Selain mengerahkan alat berat untuk membantu membersihkan material longsor, Kementerian PU juga memasang jembatan darurat untuk memulihkan akses warga.

Jembatan darurat ini diharapkan dapat membuka kembali konektivitas antardesa yang terputus akibat banjir bandang Gunung Slamet, terutama mendukung distribusi bantuan dan mobilitas warga terdampak. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan akses dasar masyarakat menjadi fokus utama penanganan darurat bencana. 

"Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi."

"Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan."

"Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Rabu.

Baca juga: DLHK Jateng Cek Potensi Pembalakan di Gunung Slamet, Teliti Kayu Gelondongan dari Banjir Bandang

Banjir bandang pada Jumat (23/1/2026) malam itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak siang hari. 

Akibatnya, terjadi longsor di lereng Gunung Slamet yang terbawa arus hingga merusak rumah warga dan infrastruktur, khususnya jembatan dan ruas jalan utama. (Kompas.com/Aisyah Sekar Ayu Maharani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.