Saat Bunyi Sirine Kali Bekasi Buat Warga Berlarian, BPBD: Baru Dengar Jadi Kaget
January 29, 2026 08:11 AM

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bunyi sirine Kali Bekasi membuat warga panik berlarian pada Rabu (28/1/2026) malam.

Video yang memperlihatkan warga panik berlarian diunggah sejumlah akun media sosial instagram.

Bunyi sirine menandakan Status Siaga 3 akibat meningkatnya debit air Kali Bekasi. 

BPBD Kota Bekasi menetapkan status Siaga 3 akibat peningkatan debit air di Kali Bekasi pada Rabu (28/1/2026) pukul 20.00 WIB 

Langkah ini menyusul naiknya Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa pos pantau, termasuk di Bendung Bekasi dan Pos Pantau P2C (Pertemuan Kali Cileungsi-Cikeas) atau Kali Bekasi. 

Di Pos Pantau Kompi 887, Tinggi Muka Air (TMA) tercatat 480 cm dan terus meningkat. 

Warga Kaget

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham, menyebut tindakan warga tersebut dilakukan karena panik. 

"Mungkin warga masih baru (mendengar sirine) jadi kaget," ujar Idham dikutip dari Kompas.com pada Rabu malam.

Sirine tersebut, kata Idham, sebenarnya memberikan informasi kepada warga untuk waspada karena air di hulu suduh naik. 

"Sehingga persiapan untuk evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," ujarnya. 

Petugas dari BPBD kemudian mendatangi perumahan warga dan memberikan sosialiasi untuk tidak khawatir.

Saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara petugas dari BPBD tengah berjaga di daerah aliran sungai Bekasi seperti di Kampung Lebak Teluk Pucung dan Kampung Lengkak. 

"Untuk berikutnya (warga) udah paham bila berbunyi sirine berarti air sudah mau datang agar persiapan untuk evakuasi mandiri," ujar Idham. 

Berdasarkan informasi resmi BPBD Kota Bekasi melalui akun Instagram @bpbd.kotabekasi, air mulai memasuki permukiman di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, dan sejumlah warga dilaporkan sudah mengungsi ke mushola setempat. 

Petugas BPBD dan aparat terkait siaga di pintu air serta memantau wilayah terdampak secara intensif. 

BPBD mengimbau warga Bekasi Timur (Bekasi Jaya) dan Bekasi Utara (Teluk Pucung) untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi, menyiapkan tas siaga dan dokumen penting, serta tidak mendekati bantaran sungai.

Jangan Panik

BPBD Kota Bekasi meminta warga tidak panik saat mendengar sirene Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini Banjir. 

"Jangan panik (ketika dengar sirine) harus bersiap-siap untjk evakuasi mandiri dan memindhkan barang-barang berharga," kata Plt. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid.

Idham memahami kepanikan warga terjadi karena sirene EWS baru pertama kali didengar oleh sebagian masyarakat. 

"Karena memang belum disosialisasikan secara menyeluruh dan nantinya akan disosialisasikan secara menyeluruh kepda warga sehingga tidak panik dengan bunyi sirine," jelas dia. 

Ia juga memastikan BPBD Kota Bekasi telah bersiaga di sejumlah titik rawan banjir sejak pukul 20.00 WIB. 

Situasi Terkendali

Terkini, Pemerintah Kota Bekasi memastikan situasi Kali Bekasi pada Rabu malam (28/1/2026) mulai terkendali setelah debit air sebelumnya meningkat drastis dan sempat memicu status Siaga 3. 

Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Pantau P2C yang sempat mencapai 480 cm pukul 20.00 WIB, mulai mengalami penurunan hingga 400 cm pada pukul 23.00 WIB. 

Arus air juga dilaporkan melemah dan tidak ada kenaikan debit lanjutan. Bendung Bekasi (Prisdo) tetap berada pada status Siaga 3. 

Petugas BPBD siaga dan melakukan pemantauan intensif, memastikan genangan di bantaran Kali Bekasi terbatas dan tidak meluas. 

Wali Kota Bekasi bersama Plt. Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air memantau langsung kondisi di lapangan, memastikan penanganan berjalan optimal.

Alat Peringatan Dini

Alat peringatan dini atau Early Warning System tersebut dipasang untuk mendeteksi potensi banjir lebih cepat.

Tri mengapresiasi penggunaan teknologi baru yang diterapkan dalam sistem tersebut.

Menurut Tri, perangkat EWS kini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dalam pengolahan datanya.

Ia berharap keberadaan alat ini dapat membantu masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi banjir.

Dengan sistem peringatan yang lebih cepat, Tri berharap tidak ada lagi warga yang tertinggal atau terjebak saat banjir melanda.

Sebagai bagian dari penguatan mitigasi banjir, Pemkot Bekasi telah memasang enam unit EWS di wilayah rawan.

Kecamatan Jatiasih menjadi salah satu titik prioritas pemasangan.

Camat Jatiasih Dian Herdiana menjelaskan alat tersebut berfungsi mendeteksi potensi luapan air kiriman dari wilayah hulu.

Aliran air yang dipantau berasal dari Kali Bekasi dan Kali Cikeas.

Sistem ini akan mengeluarkan bunyi sirine saat debit air meningkat melewati batas normal.

BERITA TERKAIT

Baca juga: UPDATE Status Bendung Katulampa Siaga, 17 RT di Bantaran Ciliwung Terendam Banjir Rabu Malam

Baca juga: Modifikasi Cuaca Dikritik, Gubernur Pramono Singgung Pihak Tak Senang Jakarta Bebas Banjir

Baca juga: Gubernur Pramono: Jakarta Tak Mungkin Bebas Banjir, Pemprov Tetap Lakukan Penanganan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.