Jalan Tempat Warga Gogoh Lele dan Tanam Pisang di Pringsewu Tak Bisa Diperbaiki Tahun Ini
January 29, 2026 04:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pringsewu – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten Pringsewu memastikan Jalan Raden Intan, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo belum bisa diperbaiki pada tahun 2026 ini.

Ruas ini sempat menjadi lokasi aksi damai warga yang geram dengan kerusakan jalan. Yakni dengan gogoh lele dan menanam pohon pisang. Peristiwa itu menuai sorotan publik karena sempat terunggah di media sosial.

Sekretaris Dinas PU Pringsewu Ikromi Fahmi mengaku tahu dengan aksi masyarakat tersebut sehingga menyampaikan permohonan maaf. Terutama atas ketidaknyamanan yang terjadi. 

“Ya, kami mengetahui aksi tersebut dan memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat terhadap kerusakan jalan tersebut,” kata Fahmi sapaan Ikromi Fahmi kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (29/1/2026).

Sebagai langkah awal, menurut dia, Dinas PU telah menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan sementara di lokasi jalan yang dikeluhkan warga. “Untuk saat ini kami telah menurunkan alat untuk membantu penanganan sementara,” ujarnya.

Namun demikian, Fahmi menyebutkan ruas jalan yang rusak itu belum masuk dalam rencana pembangunan atau peningkatan jalan pada tahun anggaran 2026. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

“Ruas tersebut belum masuk rencana penanganan pembangunan jalan tahun anggaran 2026 karena kondisi keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Secara umum, kondisi jalan di Kabupaten Pringsewu saat ini masih terbagi hampir merata antara jalan mantap dan belum mantap. Disebutkan Fahmi, sekitar 51 persen ruas jalan dalam kondisi mantap, 49 persen lainnya belum mantap.

Untuk tahun anggaran berjalan, Dinas PU Pringsewu menangani sejumlah ruas jalan. Di antaranya ruas Jalan Hotel Urban–Simpang Jalan Kesehatan, ruas Jalan Mataram–Srikaton, serta ruas Jalan Bukukarto–Mataram.

Sebelumnya, ratusan warga Jalan Raden Intan, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menggelar aksi protes dengan cara unik, Senin (26/1/2026). 

Warga melakukan gogoh lele dan menanam pohon pisang di ruas jalan yang rusak parah dan dipenuhi kubangan air. Aksi tersebut dilakukan karena kondisi jalan tak kunjung diperbaiki meski telah lama mengalami kerusakan. 

Jalan Raden Intan merupakan akses penghubung antara Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesawaran yang setiap hari dilalui warga. Pantauan di lokasi, jalan dipenuhi lubang besar dan genangan air. 

Saat musim kemarau, jalan menjadi sangat berdebu, sementara saat hujan berubah menjadi kubangan yang membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.

Salah seorang warga, Taufik (50), mengatakan aksi gogoh lele dan penanaman pohon pisang merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan.

“Jalan ini sudah lama rusak, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Aksi seperti ini sudah beberapa kali kami lakukan. Sekarang zamannya no viral no justice,” ujar Taufik.

Ia berharap aksi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, agar segera ada respons nyata. (Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.