CYDC Sasar 1.000 Warga Rentan dengan Distribusi Kantong Air Bersih di Pidie Jaya
January 29, 2026 06:39 PM

 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU – Lembaga Children, Youth & Disabilities for Change (CYDC) menyalurkan bantuan kantong penyimpanan air (water bag portable) kepada sekitar 1.000 penyandang disabilitas, lansia, dan warga rentan yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya. 

Kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Meureudu dan Meurah Dua pada Selasa (27/01/2026). 

Bantuan yang disalurkan berupa water bag portable berkapasitas 10 liter untuk penampungan air bersih.

Program ini difasilitasi oleh donor Fidia Tim dan Yayasan ISTAID sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air layak minum, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Kebutuhan air bersih di wilayah tersebut masih tinggi sejak terganggunya layanan PDAM Krueng Meureudu akibat banjir yang terjadi pada 25–26 November lalu.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, CYDC juga mendukung praktik pengisian air layak minum yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala (USYIAH) di Kompleks Masjid Agung Pante Gelima.

Baca juga: 58 Ahli Waris Korban Banjir Terima Santunan Kemensos Rp 15 Juta/Orang, Diserahkan Bupati Al-Farlaky

Koordinator CYDC, Fajrillah, didampingi relawan Muhammad Munadi, turut meninjau langsung proses pengisian air bersih di lokasi tersebut.

Menurutnya, penggunaan kantong air portable dinilai cukup efektif membantu warga terdampak karena ringan, mudah dibawa, dan aman untuk penyimpanan.

“Ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabanjir dan longsor,” ujar Fajrillah.

Sementara itu, Imam Masjid Agung Pante Gelima, Tgk. Usman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas tersedianya fasilitas penyaringan air bersih dari UNSYIAH yang didukung oleh penampungan air dari CYDC.

"Kolaborasi ini menjadi solusi lengkap dalam mengatasi keterbatasan air layak minum bagi masyarakat setempat" katanya.

Ia juga menilai lokasi penyaringan air bersih cukup representatif karena berada di area masjid dan mudah dijangkau.

"Jamaah dapat mengambil air bersih setelah menunaikan salat atau saat pulang dari masjid" ujarnya.

Namun demikian, Fajrillah menegaskan bahwa ke depan akses terhadap fasilitas air bersih bagi penyandang disabilitas, lansia, dan warga rentan harus menjadi prioritas utama agar bantuan benar-benar inklusif dan tepat sasaran.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.