Mahasiswa UNIKI Bireuen Hadirkan Sekolah Darurat di Ketol Aceh Tengah
January 29, 2026 10:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di daerah terdampak bencana. 

Bersama relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa, mereka aktif mengajar di sekolah darurat yang didirikan di Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Mahasiswi UNIKI yang terlibat dalam program ini antara lain:

  • Aulia Agustian (Prodi Ilmu Hukum)
  • Nazira Safira (Prodi Manajemen)
  • Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Prodi Seni dan Pertunjukan FKIP UNIKI)

Mereka bergabung dengan relawan Sukma Bangsa dan guru SD Negeri 10 Ketol untuk mengaktifkan sekolah tenda sebagai sarana belajar anak-anak yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Menurut Nurul Maqfirah, perjalanan menuju lokasi tidak mudah.

Baca juga: Gedung Masih Dipenuhi Lumpur, Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat

Bersama Miftahul Rizki, ia harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dari posko dengan kondisi jalan mendaki dan menurun di kawasan pegunungan.

Sebelum tiba di Rejewali, mereka juga melakukan asesmen data di SD Negeri 20 Ketol dan SMP Negeri 32 Takengon.

Sekitar 46 murid terlibat dalam kegiatan sekolah darurat ini. 

Proses belajar mengajar dilakukan seperti jadwal sekolah normal, enam hari dalam seminggu, pukul 10.00–12.00 WIB.

Sore harinya, pukul 15.00–16.00 WIB, para mahasiswa juga mengajar mengaji.

Tujuan utama sekolah tenda ini adalah mencegah putus sekolah dan memastikan anak-anak korban bencana tetap mendapatkan akses pendidikan meski kondisi daerah porak poranda.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat Plot Rp 2 Miliar untuk Persiapan Lahan Sekolah Rakyat

Selain mengajar, mahasiswa UNIKI bersama relawan juga melaksanakan program trauma healing untuk membantu anak-anak mengatasi rasa takut dan kehilangan akibat bencana.

“Harapan kami, pembelajaran yang kami ajarkan dapat menghilangkan rasa trauma serta menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak di pedalaman pasca bencana,” ujar Nazira Safira.

Dukungan Kampus

Wakil Rektor III UNIKI, Dr H Kamaruddin, SPd, MM, CRP, CFRM menjelaskan, bahwa keterlibatan mahasiswa ini merupakan bagian dari program Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa. 

Mahasiswa UNIKI akan berada di lokasi terdampak bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah selama tiga bulan, dimulai sejak 10 Januari 2026.

Kehadiran sekolah darurat atau sekolah tenda ini menjadi simbol rehabilitasi pendidikan di daerah terdampak bencana hidrometeorologi.

Baca juga: 100 UNIKI Ikut Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Sumatra 2026

Meski fasilitas sederhana, semangat mahasiswa dan relawan menjadi energi baru bagi anak-anak untuk tetap belajar, beradaptasi, dan bangkit dari keterpurukan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.