Daftar Fenomena Astronomi Februari 2026, Ada Hujan Meteor hingga Parade Planet, Catat Tanggalnya
January 30, 2026 08:24 AM

BANGKAPOS.COM - Fenomena Astronomi Februari 2026, Ada Hujan Meteor hingga Parade Planet, Catat Tanggalnya

Sejumlah fenomena astronomi diprediksi menghiasi langit sepanjang Februari 2026. Dari fase bulan purnama, puncak hujan meteor Alpha Centaurid, gerhana matahari cincin, hingga parade enam planet, momen-momen langit ini menjadi peristiwa menarik yang patut dicatat oleh masyarakat, khususnya pencinta astronomi.

Menariknya, beberapa fenomena astronomi tersebut bisa disaksikan secara langsung di Indonesia dengan mata telanjang.

Agar tidak terlewatkan, berikut fenomena astronomi Februari 2026 yang dikutip dari laman In The Sky.

1. Full Moon

Baca juga: 7 Nama Menteri Kabinet Merah Putih yang Diisukan Terkena Reshuffle Prabowo-Gibran

Masyarakat dapat menyaksikan fenomena bulan purnama atau full moon pada awal Februari.

Fase puncak bulan purnama diperkirakan terjadi pada 2 Februari, sehingga momen tersebut menjadi waktu terbaik untuk mengamati sekaligus mendokumentasikan keindahan bulan di langit malam.

Fenomena bulan purnama terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan dalam satu garis lurus. Kondisi ini merupakan bagian dari siklus orbit bulan yang berlangsung secara alami.

Seluruh permukaan bulan mendapatkan cahaya matahari secara penuh, sehingga bulan tampak bulat sempurna dan bersinar terang.

2. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid

Puncak hujan meteor Alpha Centaurd akan menghiasi langit bumi mulai 31 Januari hingga 20 Februari 2026. Sementara puncak hujan meteor ini mencapai puncak pada 8 Februari 2026.

Saat fase puncaknya, Alpha Centaurd menghasilkan enam meteor per jam. Hujan meteor Alpha Centaurd akan muncul dari dari Konstelasi Centaurus.

Fenomena ini bisa diamati di belahan bumi selatan seperti Australia, Selandia Baru, dan sebagian besar Amerika Selatan.

Hujan meteor Alpha Centaurd terjadi karena bumi melintasi jejak puing-puing sisa komet atau benda langit tak dikenal saat mengelilingi matahari.

3. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin juga akan menghiasi langit bumi pada 17 Februari 2026. Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi.

Bulan akan menutupi hingga 92 persen permukaan matahari yang terlihat dari permukaan bumi. Diperkirakan, fase cincin dari gerhana matahari tersebut akan bertahan hingga dua menit 19 detik.

Fase ini terjadi karena bulan berada di titik paling jatuh dari bumi. Dengan begitu, bulan akan tampak lebih kecil di langit dan tidak sepenuhnya menutupi seluruh penampang matahari.

Sebaliknya, matahari akan tampak sebagai lingkaran cahaya terang seperti cincin yang mengelilingi siluet gelap bulan. Sayangnya, gerhana matahari cincin tersebut tidak bisa diamati di Indonesia.

Fenomena ini hanya dapat teramati di wilayah Antarktika atau kutub selatan bumi. Sementara itu, fase gerhana matahari sebagian hanya bisa teramati di Chile, Argentina, dan Afrika Selatan.

4. Parade 6 Planet

Enam planet akan tampak berjejer di langit pada 28 Februari 2026, menciptakan pemandangan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dapat dinikmati masyarakat pada akhir Februari 2026.

Adapun enam planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.

Saturnus, Venus, dan Merkurius akan terlihat berdekatan membentuk gugusan di langit selatan, sementara Jupiter tampak bersinar terang di dekat posisi bulan.

Meski demikian, tidak semua planet dapat diamati dengan mata telanjang. Uranus dan Neptunus diperkirakan sulit terlihat karena cahayanya terlalu redup, sehingga diperlukan bantuan teropong atau teleskop untuk mengamatinya.

(Kompas/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.