Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu turut serta dalam kegiatan pelaksanaan pra event Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Palu Tahun 2026 dengan melaksanakan aksi pembersihan pantai di kawasan mangrove Dupa, Kelurahan Layanan Indah, Mantikulore, Palu pada Jumat (30/01/2026).
Untuk peserta yang terlibat dalam kegiatan ini diperkirakan mencapai 3.500 orang, termasuk dari program padat karya, Pegawai PPPK, TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, hingga Polairud.
Aksi bersih pantai difokuskan pada sepanjang pesisir sekitar 1,2 kilometer, sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi kawasan pesisir.
Kegiatan yang mengusung tema “Save Our Mangrove from Trash” itu berfokus pada aksi pungut sampah di sepanjang pesisir pantai sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi wilayah pesisir.
Baca juga: Komnas HAM Minta Aparat Pidanakan Pihak Terkait Jika Terbukti Lalai dalam Keracunan MBG Buol
Personel Basarnas Palu yang dikoordinir langsung oleh Kepala Urusan Umum turut aktif membersihkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol bekas, hingga limbah rumah tangga yang mencemari kawasan tersebut. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur instansi dan masyarakat sekitar.
Kaur Umum Basarnas Palu, Ruslan, mengatakan bahwa keikutsertaan Basarnas dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan pantai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan mangrove. Kalau pantai bersih, ekosistem juga terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan oleh kita semua,” ujar Ruslan.
Dengan adanya pra event HPSN ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun budaya tidak membuang sampah sembarangan, terutama di wilayah pesisir.
Untuk mendukung pengangkutan sampah, Pemerintah Kota Palu menyiapkan sekitar 70 unit armada yang akan membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna. (*)