Dua Anggota MPA Alami Gangguan Pernapasan Saat Padamkan Karhutla di Kubu Raya
January 30, 2026 08:27 PM

TRIBUNPOTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gangguan pernapasan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan satu korban harus menjalani perawatan di rumah.

Kedua anggota MPA tersebut adalah Dedi Firmansyah dan Ali Kadri yang juga menjabat sebagai koordinator MPA Desa Rasau Jaya Umum. 

Keduanya mengalami sesak napas ketika melakukan pemadaman karhutla di sejumlah titik di wilayah desa setempat pada Kamis, 29 Januari 2026 sore.

Anggota Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak, Syarif Hardiansyah, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat petugas berada di lokasi dengan kepulan asap yang sangat pekat.

“Ketebalan asap membuat korban mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan cepat. Kemungkinan juga dipengaruhi keterampilan serta alat pelindung diri yang belum maksimal,” ujar Syarif, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurut Syarif, pemadaman awalnya dilakukan oleh tim gabungan Manggala Agni, MPA, dan KPH Kubu Raya di sekitar pabrik jagung milik warga bernama Anyi. 

Namun, tim kemudian berpindah ke titik lain di belakang rumah warga bernama Pak Udak setelah melihat kepulan asap baru.

“Begitu tiba di lokasi kedua, asap sudah sangat pekat,” katanya.

Tim langsung melakukan penyemprotan air dengan metode melawan arah angin guna menekan sebaran asap. Namun, kondisi tersebut justru membuat petugas harus bekerja sambil terus terpapar asap.

Tak lama berselang, Dedi Firmansyah mengalami sesak napas hingga hampir kehilangan kesadaran. Petugas Manggala Agni yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban dari area kebakaran.

“Korban langsung kami evakuasi dan diberikan suplai oksigen yang memang selalu disiagakan dalam setiap operasi pemadaman,” jelas Syarif.

Baca juga: Diduga Kelelahan, Bupati Sujiwo Sempat Terima Penanganan Medis di RSUD TBSI Kubu Raya

Setelah mendapatkan penanganan awal, kondisi Dedi berangsur pulih dan pernapasannya kembali normal. 

Ia kemudian disarankan untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pemadaman guna memulihkan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, Ali Kadri juga mengalami sesak napas, namun kondisinya baru diketahui setelah kegiatan pemadaman selesai karena pekatnya asap di lokasi. 

Saat ini, Ali masih menjalani perawatan di rumah dan belum kembali bertugas.

“Kami berharap risiko yang dihadapi petugas di lapangan mendapat perhatian serius, terutama dari pemerintah dan perangkat desa setempat,” pungkas Syarif. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.