Profil Iman Rachman Dirut BEI Lengkap Pendidikan dan Karirnya, Mundur Usai IHSG Anjlok 2 Hari
January 30, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM – Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan mundur dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026).

Ia mengundurkan diri setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari berturut-turut.

Siapa Iman Rachman lebih jauh?

Iman Rachman adalah Dirut BEI sejak 29 Juni 2026.

Ia berlatar pendidikan lulusan Unpad dan Leeds University Business School, Inggris.

Karirnya di pasar modal dimual saat menjadi Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998 hingga 2003.

Iman kini mundur setelah IHSG anjlok dua hari berturut.

Indeks bahkan sempat terjun hingga 8 persen setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham Indonesia.

Dalam kejadian ini, keputusan MSCI tersebut memicu aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Data menunjukkan investor asing mencatatkan aksi net sell mencapai Rp6,17 triliun.

Saham sektor keuangan dan industri tambang menjadi yang paling banyak dilepas.

Berdasarkan data BEI melalui RTI, IHSG ditutup melemah 7,34 persen ke level 8.320,55 pada Rabu (28/1/2026).

Sepanjang hari perdagangan, IHSG terus berada di zona merah dengan level terendah 8.187 dan tertinggi 8.596, sebelum kembali melemah pada Kamis (29/1/2026).

Tekanan beruntun tersebut menjadi sorotan pelaku pasar dan mendorong Iman Rachman mundur dari pucuk pimpinan BEI meski masa jabatannya belum berakhir.

Tekanan ini terjadi pasca pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang memicu aksi jual besar-besaran pada IHSG.

Pada Rabu (28/1/2026), BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 13:43 WIB sebagai respons atas volatilitas pasar.

Trading halt kembali terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26 WIB dan dibuka kembali pada pukul 09:56 WIB.

Trading halt adalah mekanisme penghentian sementara perdagangan saham yang bertujuan menstabilkan pasar saat terjadi fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat.

Iman menyebut pengunduran dirinya dari jabatan merupakan bentuk tanggung jawab.

"Teman-teman sudah mengikuti dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, walaupun kondisi kita hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab," kata Iman. 

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," lanjutnya. 

Ia berharap keputusan dia mengundurkan diri merupakan yang terbaik untuk pasar modal. 

"Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujar Iman. 

 Ia menegaskan pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawabnya selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. 

"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikut," ucap Iman. 

Iman menyatakan kebutuhan administrasi terkait dengan pengunduran dirinya akan mengikuti anggaran dasar BEI. 

Setelah pengunduran diri Iman, akan ada pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk hingga penunjukan Dirut definitif. 

"Dokumentasi, administrasi, semuanya akan berlaku sesuai ketentuan anggaran dasar kita, nanti akan ada PLT yang ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru," kata Iman.

Terlepas dari itu, berikut profil Iman Rachman lengkap pendidikan, karir dan kekayaannya :

Profil Iman Rachman

Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022, mengutip situs resmi BEI.

Selama memimpin BEI, ia dikenal sebagai sosok berlatar belakang kuat di bidang pasar modal, keuangan korporasi dan strategi bisnis, baik di sektor jasa keuangan maupun BUMN.

Karir

Karier profesional Iman dimulai di industri pasar modal sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998-2003.

Ia kemudian melanjutkan karirnya di PT Mandiri Sekuritas dengan menduduki jabatan Direktur Investment Banking selama lebih dari satu dekade, yakni pada 2003-2016.

Pengalaman panjang tersebut membentuk reputasinya sebagai bankir investasi dengan pemahaman mendalam terhadap transaksi korporasi dan pasar keuangan.

Setelah itu, Iman dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan-perusahaan milik negara. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016-2018.

Lalu melanjutkan peran serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019. Pada periode 2019-2020, ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset dan restrukturisasi.

Sebelum akhirnya memimpin BEI, jabatan terakhir Iman Rachman adalah Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020-2022.

Sepanjang kariernya, Iman meraih sejumlah penghargaan, antara lain:

  • CEO Visioner Terbaik BUMN Track 2020,
  • Best CFO pada 2017
  • Indonesia Future Business Leader pada 2016

Pendidikan

Iman Rachman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1995. 

Dia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dan memperoleh gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

Harta Kekayaan Iman Rachman

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat pada 24 Maret 2022/Periodik - 2021.

Saat itu Iman menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina pada 2020-2022.

Adapun total harta kekayaanya mencapai Rp38.818.451.353 

Berikut rincian harta kekayaannya:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 13.600.000.000 

1. Tanah dan Bangunan Seluas 640 m2/450 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.700.000.000 

2. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/305 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 3.700.000.000 

3. Tanah dan Bangunan Seluas 111 m2/57 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI 350.000.000 

4. Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/240 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, WARISAN 550.000.000 

5. Tanah dan Bangunan Seluas 117 m2/140 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.300.000.000 

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 1.630.000.000 

1. MOBIL, MERCEDEZ BENZ CLA 200 Tahun 2016, HASIL SENDIRI 520.000.000 

2. MOBIL, JEEP WRANGLER Tahun 2011, HASIL SENDIRI 635.000.000 

3. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2019, HASIL SENDIRI 475.000.000 

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 1.000.000.000 

D. SURAT BERHARGA Rp 632.354.857 

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 24.600.443.828 

F. HARTA LAINNYA Rp 27.388.268 

Sub Total Rp 41.490.186.953 

II. HUTANG Rp 2.671.735.600 

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 38.818.451.353 

(Tribunnews.com/Kompas.com/ TribunNewsmaker.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.