PT GSBL Tanam Perdana Kelapa Sawit Pola Plasma Mandiri di Desa Mayang
January 30, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - PT GUNUNGSAWIT Bina Lestari (PT GSBL) melakukan Program Tanam Perdana Kelapa Sawit Pola Plasma Mandiri di Desa Mayang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat mulai Kamis (29/1) siang. 

Penanaman sawit ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan antara perusahaan dan masyarakat, khususnya para petani plasma.

Hadir dalam kegiatan penanaman tersebut, Kepala Desa Mayang, Ketua BPD Desa Mayang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Camat Simpang Teritip, Perwakilan PT GSBL, Perwakilan Dinas KPHP Rambat-Menduyung Kabupaten Bangka Barat, Sekretaris Desa Air Limau, Ketua Koperasi Produsen Kelapa Sawit Air Limau, Ketua Koperasi Produsen Kelapa Sawit Mandi Angin Desa Mayang, serta unsur masyarakat Desa Mayang.

Estate Manager PT GSBL, Rustam Effendi menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung kesejahteraan petani melalui pemberian bibit kelapa sawit gratis (maksimal 272 pokok per KK) serta pinjaman pembukaan lahan tanpa bunga yang dibimbing oleh staf teknis perusahaan.

lihat foto
PT GSBL menanam sawit perdana di Desa Mayang

"Program plasma mandiri ini diharapkan dapat memberi peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap pembangunan daerah. Pembangunan kebun akan dilakukan secara bertahap dengan manajemen yang lebih terstruktur dan transparan," ujar Rustam Effendi.

Selain itu, PT GSBL juga berencana membangun lahan kas desa seluas 10 hektare secara gratis. Mulai dari land clearing, penanaman, hingga perawatan termasuk pemupukan selama tiga tahun pertama. 

Setelah memasuki panen perdana, lahan tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dikelola sepenuhnya.

Ke depan, perusahaan turut menyiapkan strategi tambahan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Termasuk pembiayaan program ekonomi alternatif non-lahan plasma, seperti pemeliharaan sapi atau ayam, sesuai permintaan masyarakat desa. 

Program pendampingan teknis tetap dijalankan oleh staf perusahaan untuk memastikan hasil yang maksimal.

Acara tanam perdana ditutup dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk terus mendukung program plasma mandiri agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mayang dan sekitarnya.

Hingga saat ini, program plasma mandiri PT GSBL telah berjalan di empat desa, yaitu Desa Air Limau, Desa Air Belo, dan Desa Belo Laut dan Desa Mayang.

Perusahaan berharap kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan berkelanjutan di wilayah Bangka Barat. (adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.