Sosok Wanita Pertama Viralkan Tudingan Es Gabus: Ini Mah Spons Bedak, Direspons Aspri Hotman Paris
January 30, 2026 10:03 PM

 

BANGKAPOS.COM --  Seorang wanita mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa ia adalah warga yang menuding es gabus milik Sudrajat bukan terbuat dari bahan makanan.

Dalam rekaman video tersebut, wanita tersebut tampak mengenakan kaus berwarna putih dan rambut panjang sebahu.

Sosoknya turut muncul di video viral dan terekam ikut menghancurkan dagangan milik penjual es gabus.

Bahkan, wanita tersebut berucap bahwa es gabus yang dijual tersebut terbuat dari spons bedak karena mudah dihancurkan.

Sebelum proses pemeriksaan aparat berlangsung, Suderajat lebih dulu dicurigai oleh beberapa warga terkait produk yang dijualnya.

Baca juga: Pekerjaan dan Sosok Hogi Minaya yang Kasusnya Bikin Kapolres dan Kasat Lantas Sleman Dinonaktifkan

Salah satu warga yang terekam memberikan pendapat adalah seorang perempuan.

Dalam video yang diunggah melalui akun Threads @apri_idn pada Selasa, 27 Januari 2026, wanita tersebut terdengar menyebut es gabus tersebut menyerupai spons bedak.

“Ini mah spons, spons bedak. Masa agar-agar bisa diperas kayak gini? Astagfirullah, nggak mungkin agar ini,” ujar wanita tersebut dalam rekaman video.

Video ini kemudian menyebar luas dan disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memicu laporan terhadap Sudrajat.

Media Sosial Tidak Aktif Lagi

Berdasarkan penelusuran warganet, wanita disebut sebagai warga kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Wanita itu disebut berusia sekitar dua puluh tahun, dan pernah dimintai keterangan terkait es gabus Sudrajat.

ES SPONS -
ES SPONS - (Dok istimewa)

Seiring viralnya kasus, akun media sosial wanita itupun diketahui sudah tidak aktif.

Meski demikian, sebagian warganet masih mencoba mencari informasi tentangnya dan menuntut agar ucapannya dipertanggungjawabkan.

Kasus ini memicu perdebatan di media sosial yang memintanya untuk muncul dan bertanggung-jawab atas ucapannya yang viral.

Berawal Dari Laporan Warga

Dikutip dari Kompas.com, dugaan bahwa es gabus yang dijual Suderajat mengandung bahan spons pertama kali mencuat setelah seorang warga, M. Arief Fadillah (43), melapor ke Call Center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Laporan tersebut menyebut adanya dugaan penggunaan Polyurethane Foam (PU Foam) pada es yang dijual Suderajat di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian mengamankan seluruh dagangan pedagang es tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menunjukkan seluruh sampel es dan makanan yang dijual Suderajat aman dan layak konsumsi.

Meski begitu, sampel tetap dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan.

TikToker Minta Warganet Telusuri Sosok Wanita

Kasus penjual es gabus bernama Suderajat kembali memunculkan babak baru.

Setelah tuduhan penggunaan bahan berbahaya terbukti tidak benar, perhatian publik kini tertuju pada sosok yang diduga pertama kali memicu viralnya tudingan tersebut.

Sebelum Suderajat dituding oleh oknum aparat kepolisian dan TNI, narasi keliru soal es gabus itu ternyata sudah lebih dulu beredar di media sosial.

Baca juga: Sosok 7 ASN Dapat Sanksi Pemkab Basel, 3 Terseret Kasus SP3AT Fiktif, Satu Telah di-PDHTAPS

Tuduhan awal disebut berasal dari seorang perempuan yang terekam dalam video sedang meremas-remas es gabus dan mempertanyakan bahan pembuatnya.

Video perempuan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan diduga menjadi pemantik utama hingga kasus Suderajat bergulir besar.

Perempuan itu pun disebut sebagai pihak pertama yang menyebarkan narasi bahwa es gabus yang dijual Suderajat berasal dari bahan berbahaya.

Seorang TikToker bahkan secara terbuka menyoroti sosok perempuan tersebut dalam unggahannya.

Ia menyebut, perempuan itu memiliki peran besar dalam munculnya trauma yang dialami Suderajat dan keluarganya.

“Nih, kalian masih inget ga dengan foto perempuan, yang ada di belakang layar gue ini?

Ini perempuan adalah awal yang dari timbulnya siksa dan trauma yang dialami oleh penjual es kue,” kata sang TikToker dalam postingannya.

Tak berhenti di situ, TikToker tersebut juga meminta warganet untuk ikut menelusuri keberadaan perempuan tersebut agar mau muncul dan mempertanggungjawabkan ucapannya.

“Coba nih, cari perempuan ini. The Power of TikTok."

"Bagikan share sebanyak-banyaknya agar si perempuan ini juga ikut serta diseret dan dimintai pertanggungjawabannya karena semua bermula rasa trauma dan siksa itu timbul dari perempuan ini. "

"Mulutnya, yang enggak tahu dan enggak ngerti es itu adalah es kue,” jelasnya.

Dalam unggahan itu, perempuan tersebut juga dituding telah ikut memfitnah Suderajat hingga berdampak pada terhentinya rezeki sang pedagang kecil.

“Jangan cuma pengen viral, lu memutus rezeki orang yang padahal rezeki itu untuk anak dan istri,” ujarnya.

Video tersebut pun kembali viral dan memicu gelombang reaksi keras dari warganet.

Banyak yang menilai tuduhan tanpa dasar itu telah berdampak serius pada kehidupan Suderajat, yang sempat mengalami tekanan psikologis akibat stigma negatif yang terlanjur menyebar luas.

Seperti diketahui, hasil uji laboratorium telah memastikan es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.

Kasus ini pun menjadi pengingat kuat soal bahaya menyebarkan tuduhan tanpa dasar di media sosial.

Aspri Hotman Turun Tangan

Kasus penjual es gabus Suderajat kembali memanas setelah sorotan publik bergeser pada sosok perempuan yang disebut-sebut sebagai pemicu awal tuduhan keliru. 

Perempuan itu mencuat usai akun TikTok @buyathomyofficial mengunggah video yang menuding dirinya sebagai pihak pertama yang menyebarkan narasi salah soal es kue, hingga berujung pada penganiayaan terhadap Suderajat.

Perempuan itu disebut sebagai sosok yang pertama kali menyebarkan narasi keliru soal es yang dijual korban. 

"Nih, kalian masih inget ga dengan foto perempuan, yang ada di belakang layar gue ini? Ini perempuan adalah awal yang dari timbulnya siksa dan trauma yang dialami oleh penjual es kue," kata sang TikToker dalam postingannya melansir dari Tribunjakarta,com, Kamis (29/1/2026).

TikToker itu pun meminta netizen untuk mencari terkait keberadaan perempuan itu. 

Ia berharap perempuan itu bisa muncul dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Coba nih, cari perempuan ini. The Power of TikTok. Bagikan share sebanyak-banyaknya agar si perempuan ini juga ikut serta diseret dan dimintai pertanggungjawabannya karena semua bermula rasa trauma dan siksa itu timbul dari perempuan ini. Mulutnya, yang enggak tahu dan enggak ngerti es itu adalah es kue," jelasnya.  

Ia juga menuding perempuan tersebut telah ikut memfitnah Suderajat. 

Video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras dari warganet. 

"Jangan cuma pengan viral, lu memutus rezeki orang yang padahal rezeki itu untuk anak dan istri," katanya. 

Direspons Aspri Hotman Paris

Kuasa Hukum Vina Cirebon sekaligus asisten pribadi Hotman Paris, Putri Maya Rumanti ikut mengunggah foto perempuan yang dimaksud di Instagram Story miliknya pada Rabu (28/1/2026). 

"Bisa minta info tentang mbak ini?" tulisnya.
 
Sebelumnya, Hotman Paris mengaku siap memberikan pendampingan hukum untuk Suderajat dengan senang hati dan tanpa dipungut biaya.

"Bapak korban yang itu penjual es kue, yang lagi rame di medsos, ribuan orang minta tolong ke Hotman untuk membantu penjual es kue ini," ucap Hotman Paris, pada Rabu (28/1/2026).

"Saya sudah posting, silahkan kalau bisa korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911, dengan senang hati saya akan kirim tim pengacara, Hotman 911 punya tim pengacara di seluruh Indonesia dan tidak dibayar alias gratis," tambahnya.

Baca juga: Rejam Jejak dan Harta Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Turun Tajam Dua Hari Berturut

Hotman Paris menegaskan sudah membantu ribuan rakyat kecil secara gratis.

Bukan untuk mencari nama, tapi hanya karena alasan kemanusiaan.

Ia lantas menegaskan kepada pihak Suderajat untuk segera menghubunginya.

Tak cuma 1, Hotman Paris akan mengirim 10 anggota teamnya untuk memberikan pendampingan hukum terhadap Suderajat.

"Kalau para naga (pengusaha) bayar saya mahal, tapi kalau kalau rakyat susah seperti ini, sudah ribuan orang kita tolong dan nggak ada munafik-munafikan mencari nama, aku udah terkenal, ngapain gue mencari nama, jadi kepada penjual es kue yang di medsos lagi rame sebagai korban silahkan bapak atau anaknya atau keluarganya menghubungi tim Hotman 911," kata Hotman Paris. 

"Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak hari ini juga kirim, hubungi kami segera,"

"Gampang kok menghubungi kita, hubungi wartawan kalau anda tidak tahu, suruh wartawannya agar hubungi saya kami akan menemui anda dan keluarga kamu, dimanapun anda mau, penjual es korban yang lagi ramai di medsos Hotman 911 siap," tegasnya.

Oknum TNI dan Polisi Minta Maaf

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo akhrinya menemui langsung pedagang es gabus, Suderajat (49) di mushala, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam. 

Adapun dalam pertemuan itu, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri meminta maaf kepada Suderajat usai menuduh es gabus memakai spons dan menganiaya di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). 

BANTUAN MOTOR - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Sudrajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, di rumahnya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Bantuan ini diberikan setelah tudingan tersebut dipastikan tidak benar dan dagangan Suderajat dinyatakan aman dikonsumsi.
BANTUAN MOTOR - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Sudrajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, di rumahnya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Bantuan ini diberikan setelah tudingan tersebut dipastikan tidak benar dan dagangan Suderajat dinyatakan aman dikonsumsi. (Kompas.com)

Dalam pertemuan tersebut, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri didampingi Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus.

Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, mereka bertemu di salah satu mushala dekat kontrakan Suderajat. Ikhwan dan Heri terlihat berdiri mengapit Suderajat.

Aiptu Ikhwan menyampaikan permintaan maafnya karena tidak ada niat sengaja untuk melukai Suderajat.

"Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan kepada Suderajat, dikutip Kompas.com

Lalu, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Saat itu, ia terlihat menjabat tangan Suderajat yang juga didampingi sang istri.

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Suderajat dan memohon maaf. 

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujar Heri ke Suderajat. 

Baca juga: Profil Kasat Lantas Sleman, AKP Mulyanto Dinonaktifkan Gegara Kasus Hogi Minaya Kejar Jambret Tewas

Atas pertemuan itu, Roby turut mengkonfirmasi bahwa kehadirannya bersama Ikhwan dan Heri adalah mengungkapkan permintaan maaf secara langsung.

“Kami mewakili unsur pimpinan meminta maaf langsung kepada bapak Suderajat atas kesalahan dalam perlakuan anggota saat penanganan dugaan es dari spons,” ungkap Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

“Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai,” tambahnya.

(TribunJakarta.com/Tribunnewsmaker.com/TribunTrends.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.