Dua Kelompok Warga di Dumoga Bolmong Sempat Memanas, TNI Polri Sigap Redam Bentrokan Dua Kubu
January 31, 2026 02:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Dua kelompok warga di dataran Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara sempat memanas.

Jarak lokasi bentrok ke Ibu Kota Kabupaten Bolmong sekitar 63 km, waktu tempuh sekira 1 jam 30 menit dengan kendaraan bermotor lewat jalan Pindol.

Semntara itu untuk jarak Dumoga ke Kota Manado Ibu Kota Provinsi Sulut, sekitar 221 km dengan waktu tempuh sekira 4 jam 45 menit menggunakan kendaraan bermotor lewat jalan trans Sulawesi.

Tim gabungan TNI dan Polri juga sigap meredam bentrokan kedua kelompok warga.

Hasilnya, Jumat 30 Januari 2025 situasi sudah kembali kondusif.

" Pada pagi tadi terjadi penyerangan oleh warga dari salah satu desa ke desa tetangga sekitar pukul 06.30 WITA dengan menggunakan Sajam, tombak hingga senjata angin," ucap sumber Tribun Manado yang tak ingin disebutkan namanya Jumat (30/01/2026) malam.

Awal Mula Bentrok Dua Kelompok Warga di Dumoga

Kronologis kejadian ini bermula pada Agustus 2025.

Dimana salah satu pemuda memiliki masalah dengan pemuda lain di desa tetangga.

Hal ini berlarut hingga pada Oktober 2025 sekira pukul 03.15 WITA memutuskan untuk menyerang desa tetangga melalui belakang desa.

"Disini, salah satu kepala dusun desa tetangga terkena sabetan sajam di bagian kepala sehingga mendapatkan perawatan di RSUD Pobundayan Kotamobagu selanjutnya dirujuk ke RSUP Kandow Malalayang Manado," ucapnya.

Dari kejadian tersebut, salah satu pelaku diamankan dan ditahan Polres Bolmong.

"Dari insiden awal ini pelaku sudah ditahan, dan masalah selesai pada November 2025 dimana kedua kubu didamaikan dengan catatan pelaku tetap diproses hukum sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.

Namun ternyata kesepakatan tersebut tidak bertahan lama, dimana pada awal bulan Desember 2025 kelompok pemuda dari desa tetangga balik membuat keributan dengan menggeber motor karena tidak puas dengan proses perdamaian.

"Nah dari sini hingga puncaknya pada 27 Januari 2026 dimana sekelompok pemuda dgn menggunakan sepeda motor masuk ke Desa tetangga hingga aksi tersebut dicegah oleh patroli salah satu Polsek serta Babinsa," jelasnya.

Baca juga: Bentrok di Dumoga Sulut, Polisi Bersama TNI dan Pemda Setempat Tenangkan Massa dan Lakukan Mediasi

Namun tak sampai disitu pada tanggal 29 Januari 2026 sekelompok pemuda kembali berniat masuk ke desa tetangga melalui sungai belakang namun kembali bisa dicegah oleh aparat kepolisian serta Babinsa.

" Dan saat Jumat hari ini tepatnya pukul 02.303 WITA beberapa orang kembali masuk ke desa tetangga berniat menyerang dengan menggunakan sajam seperti parang, tombak dan senapan angin masuk lewat belakang desa dan kembali berhasil dicegah," tambahnya.

Pada dini hari tersebut warga dari desa tetangga harus mengamankan diri ke desa sebelah hingga terjadi aksi balas serangan antar warga.

"Pukul 07.35 Wita, massa penyerang mundur  setelah pihak Kepolisian menembakkan gas air mata hingga terus di upayakan mediasi antara kedua belah pihak dimana TNI Polri jadi jembatannya," ucapnya.

Akibat aksi saling serang tersebut setidaknya ada puluhan korban luka yang diketahui.

"Ada 12 orang luka semua terkena senapan angin," ucapnya.

Hingga kini situasi perlahan kondusif.

Baik pihak TNI Polri atau pemerintah daerah saling mencari solusi dengan mediasi antar warga yang bertikai.

Dan hingga kini Polisi juga sudah mengamankan 5 orang dimana 2 adalah tersangka dan 3 orang lagi masih pendalaman.

"Selain keliam orang tersebut masih ada beberapa yang sedang dicari agar kericuhan ini benar-benar bisa usai," tandasnya.

(TribunManado.co.id/Pin)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.