Profil 4 Nagari Kecamatan Ampek Nagari Agam, Ada Wilayah yang Luasnya Capai 60 Persen Kecamatan
January 31, 2026 03:01 AM

TRIBUNPADANG, AGAM – Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam berada di wilayah barat Sumatera Barat dan terdiri dari empat nagari dengan pembagian wilayah serta jumlah penduduk yang berbeda.

Kabupaten Agam berbatasan dengan Kabupaten Pasaman di utara, Kabupaten Padang Pariaman di selatan, Samudera Hindia di barat, dan Kabupaten Lima Puluh Kota di timur.

Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam menjadi salah satu kecamatan dengan wilayah terluas di Agam dan memiliki peran strategis sebagai penghubung ke wilayah utara provinsi.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kecamatan ini menyimpan fakta menarik terkait pembagian wilayah dan lonjakan jumlah penduduknya.

Kecamatan Ampek Nagari berlokasi di bagian barat dan berjarak sekitar 76-120 km dari Kota Padang. 

Baca juga: Wako Padang Dampingi Komisi IX DPR RI Tinjau RSUD dr Rasidin, Bahas Layanan Kesehatan Usai Banjir

Kecamatan ini memiliki keunikan tersendiri—seperti namanya, wilayah ini terdiri dari empat nagari utama dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda.

Empat Nagari dengan Keunikan Berbeda

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam tahun 2025, Kecamatan Ampek Nagari memiliki luas total 268,69 km⊃2; yang terbagi ke dalam empat nagari, yaitu Bawan, Sitanang, Batu Kambing, dan Sitalang.

Berikut tim tribunpadang rangkumin Nagari satu-satu buat kamu:

1. Nagari Bawan

Nagari Bawan menjadi nagari terluas dengan area mencapai 170,43 km⊃2; atau sekitar 63,43 persen dari total luas kecamatan.

Nagari ini memiliki lima jorong, yakni Jorong Pasar Bawan, Jorong Malabur, Jorong Lubuk Alung, Jorong Pudung, dan Jorong Anak Aia Kasiang.

Dengan jumlah penduduk 20.806 jiwa pada tahun 2024, Bawan menjadi pusat aktivitas utama di kecamatan ini.

2. Nagari Sitanang

Nagari Sitanang berada di urutan kedua dengan luas 37,15 km⊃2; (13,83?ri luas kecamatan).

Nagari ini terdiri dari tiga jorong: Jorong Simpang Ampek, Jorong Pematang Panjang, dan Jorong Ganting.

Jumlah penduduknya mencapai 2.339 jiwa, dengan komposisi yang cukup seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga: 6 Jembatan Darurat di Agam Rampung, Akses Warga yang Terputus Kini Kembali Terhubung Normal

3. Nagari Batu Kambing

Nagari Batu Kambing memiliki luas 30,68 km⊃2; atau 11,42?ri total wilayah kecamatan.

Nagari ini memiliki empat jorong, yaitu Jorong Pasar Batu Kambing, Jorong Alahan Sirih, Jorong Kamparcan, dan Jorong Balai Badak.

Penduduk Batu Kambing berjumlah 4.637 jiwa.

4. Nagari Sitalang

Yang terkecil adalah Nagari Sitalang dengan luas 30,43 km⊃2; (11,33?ri luas kecamatan) dan terdiri dari dua jorong, yakni Jorong Kampung Melayu dan Jorong Tandikek.

Meski paling kecil, nagari ini dihuni oleh 3.133 penduduk yang produktif.

Baca juga: Huntap Penyintas Banjir Bandang di Padang Mulai Dibangun, Wako Fadly Apresiasi Para Donatur

Letak Geografis Strategis

Kecamatan Ampek Nagari berada pada koordinat 100°0’45” Bujur Timur dan 0°12’59” Lintang Selatan, dengan ketinggian bervariasi antara 7 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.

Posisi geografis ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pengembangan wilayah.

Secara administratif, Kecamatan Ampek Nagari berada di sebelah utara Kota Padang, dengan jarak tempuh melalui Lubuk Basung (ibu kota Kabupaten Agam) yang berjarak sekitar 76-120 km dari pusat Kota Padang.

Lokasi ini menjadikan Ampek Nagari sebagai salah satu pintu gerbang menuju wilayah utara Sumatera Barat.

Batas wilayah kecamatan ini cukup strategis. Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Palembayan dan Kabupaten Pasaman Barat, sementara di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Basung.

Bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Basung.

Baca juga: Huntap Penyintas Banjir Bandang di Padang Mulai Dibangun, Wako Fadly Apresiasi Para Donatur

Perkembangan Infrastruktur

Dari sisi administrasi, perkembangan Kecamatan Ampek Nagari juga cukup menarik.

Pada tahun 2020-2023, jumlah jorong di kecamatan ini konsisten berada di angka 14 jorong.

Namun, pada tahun 2024 terjadi penambahan menjadi 16 jorong, menandakan adanya pemekaran wilayah untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Nagari Bawan mengalami pertambahan paling signifikan, dari 5 jorong menjadi 7 jorong. Ini sejalan dengan besarnya wilayah dan jumlah penduduk yang harus dilayani.

Komposisi Penduduk

Total penduduk Kecamatan Ampek Nagari pada tahun 2024 mencapai 30.915 jiwa, dengan komposisi 15.825 jiwa laki-laki dan 15.090 jiwa perempuan.

Rasio jenis kelamin mencapai 104,87, yang berarti terdapat sekitar 105 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Dari sisi kelompok umur, penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif.

Kelompok umur 0-4 tahun tercatat sebanyak 2.334 jiwa, sementara kelompok umur 5-9 tahun mencapai 2.914 jiwa. 

Kelompok umur produktif (20-34 tahun) cukup dominan, menunjukkan potensi sumber daya manusia yang besar untuk pembangunan daerah.

Menariknya, komposisi penduduk berdasarkan agama menunjukkan keberagaman.

Islam menjadi agama mayoritas dengan 29.442 penganut, diikuti Protestan sebanyak 1.371 jiwa, dan Katolik 102 jiwa. Ini menunjukkan toleransi beragama yang baik di wilayah ini.

Baca juga: Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Simak Daftar Harga Pangan Pokok di Pasar Bawah Bukittinggi Terbaru

Jarak Tempuh Strategis

Dari sisi aksesibilitas, Kecamatan Ampek Nagari memiliki jarak yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan. Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam berjarak sekitar 76-120 km dari Kota Padang, tergantung rute yang dilalui.

Untuk jarak dari masing-masing nagari menuju Lubuk Basung sebagai ibu kota kabupaten:

Nagari Bawan memiliki akses terdekat ke ibu kota kecamatan (hanya 2 km), dan 18,40 km ke Lubuk Basung, sementara ke ibu kota provinsi di Padang mencapai 113 km. Posisi ini menjadikan Bawan sebagai pusat aktivitas yang mudah dijangkau.

Nagari Sitanang berjarak 6,30 km dari ibukota kecamatan dan 14,70 km ke Lubuk Basung. Jarak ke Padang mencapai 118 km.

Meski bukan yang terdekat, aksesibilitas Sitanang tetap cukup baik untuk kebutuhan ekonomi dan pemerintahan.

Nagari Batu Kambing terletak 7,10 km dari pusat kecamatan dan 19,20 km dari Lubuk Basung, dengan jarak 118 km menuju Padang. Lokasi nagari ini yang agak masuk ke dalam wilayah memberikan ketenangan tersendiri.

Nagari Sitalang adalah yang terjauh dari pusat kecamatan (9,60 km) dan berjarak 21,90 km dari Lubuk Basung. Jarak ke Padang mencapai 121 km, namun infrastruktur jalan yang terus diperbaiki menjadikan akses semakin mudah.

Baca juga: Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Simak Daftar Harga Pangan Pokok di Pasar Bawah Bukittinggi Terbaru

Potensi Kesehatan dan Kesejahteraan

Data kesehatan menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2024, tercatat 286 kelahiran hidup dan hanya 2 kematian pada bayi baru lahir di seluruh Kecamatan Ampek Nagari. Angka ini menunjukkan peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin baik.

Rata-rata penduduk per rumahtangga di kecamatan ini juga menunjukkan angka yang sehat untuk ukuran daerah semi-urban, mengindikasikan pembangunan yang berkelanjutan.

Kecamatan Ampek Nagari dengan keempat nagari dan 16 jorongnya menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Kombinasi antara luas wilayah yang memadai, jumlah penduduk yang produktif, dan infrastruktur yang terus berkembang menjadi modal dasar untuk kemajuan lebih lanjut.

Dengan keberagaman karakteristik masing-masing nagari, potensi pengembangan ekonomi lokal sangat terbuka lebar. Baik dari sektor pertanian di wilayah yang lebih luas seperti Bawan, maupun pengembangan sektor perdagangan dan jasa di nagari-nagari yang lebih dekat dengan pusat kegiatan.(Magan TribunPadang.com, Alda Amelia Putri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.