Mitos atau Fakta, Mandi Air Hangat Saat Musim Hujan Bikin Kulit Kering?
January 31, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Mitos atau fakta apakah mandi air hangat saat musim hujan membuat kulit lebih cepat kering nih, Dokter?”

(Jurnalis TribunHealth.com dalam Talk Show Healthy Talk “Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta”)

Jawaban Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp.DVE:

Kalau air hangat sebenarnya masih bisa kita katakan ini fakta atau mitos ya…

Air panas membuat kulit kita kering. Itu fakta.

Tapi kalau air hangat kuku tidak selalu membuat kulit kita menjadi kering.

Selama tadi mandinya enggak boleh lebih dari 10 menit.

Pakai sabunnya yang tepat, tidak membuat kulit kita kering dan juga kita segera mengoleskan pelembab segera setelah mandi.

Masih boleh.

Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Baca juga: 6 Olahraga Low-Impact yang Aman dan Ramah untuk Kesehatan Sendi

Apa Itu Breakout?

Breakout adalah istilah umum dalam perawatan kulit yang merujuk pada munculnya jerawat, bintik-badai, atau ruam secara tiba-tiba.

Kondisi ini terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh sebum (minyak alami kulit), sel kulit mati, dan bakteri, menyebabkan peradangan yang tampak sebagai benjolan merah, komedo putih, atau bahkan jerawat bernanah.

Penyebab Breakout

  • Produksi sebum berlebih - sering dipengaruhi hormon
  • Penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori
  • Bakteri P. acnes yang berkembang di pori tersumbat
  • Peradangan pada kulit
  • Faktor eksternal seperti polusi, kosmetik, dan kondisi cuaca

Mengapa Breakout Potensial Meningkat di Musim Hujan?

Secara umum, beberapa hal yang mendorong terjadinya breakout selama musim hujan sebagai berikut.

1. Kelembaban Tinggi

Udara lembab di musim hujan membuat kulit cenderung memproduksi lebih banyak minyak, sekaligus meningkatkan keringat.

Kombinasi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat.

2. Keringat dan Iritasi

Kelembaban yang tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Keringat yang bercampur dengan minyak, polusi, dan bakteri dapat menyumbat pori-pori lebih mudah.

3. Perubahan Suhu Mendadak

Pergantian antara udara lembab di luar dan ruangan ber-AC dapat membuat kulit "stres" dan memicu produksi minyak berlebih sebagai respons perlindungan.

4. Kontaminasi dari Air Hujan

5. Kebiasaan Menyentuh Wajah

Di musim hujan, orang cenderung lebih sering menyeka wajah karena air hujan atau keringat, meningkatkan transfer bakteri dari tangan ke wajah.

6. Pakaian Lembab

Pakaian yang lembab akibat kehujanan dapat menciptakan gesekan dan iritasi pada kulit, terutama di area tubuh seperti punggung dan dada.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.