Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberangkatkan bus klinik dan truk laundry (jasa pencucian) ke wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) guna membantu masyarakat terdampak banjir serta tanah longsor.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pergerakan tersebut merupakan pengejawantahan ideologi partai yang menempatkan rakyat di atas segalanya, di mana politik tidak boleh hanya dipandang sebagai instrumen meraih suara, tetapi alat untuk merawat kehidupan.
"PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa politik adalah kehidupan. Ada yang menafsirkan politik hanya sekadar elektoral, tapi bagi kami elektoral adalah buah dari kerja-kerja tulus di tengah rakyat," ujar Hasto saat melepas Tim Relawan Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), di Jakarta, Sabtu.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyempatkan diri mengecek kesiapan alat medis di dalam Bus Klinik Berjalan, mulai dari alat pemeriksaan mata modern (auto-refractor) hingga ketersediaan obat-obatan esensial.
Pada peninjauan armada, Hasto didampingi Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning serta jajaran pengurus DPP PDIP lainnya, seperti Deddy Yevri Sitorus, Charles Honoris, Yuke Yurike. Ada pula anggota Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDIP Dony Maryadi Oekon.
Selain layanan kesehatan, PDIP menghadirkan inovasi unik berupa unit mobil laundry untuk membantu kebutuhan sanitasi warga di pengungsian.
"Atas prakarsa Mbak Ribka Tjiptaning, kami mengirimkan truk khusus untuk laundry. Warga yang terdampak longsor sering kali kesulitan pakaian bersih, jadi ini bantuan yang sangat praktis dan dibutuhkan," ucap dia.
Dirinya menyebutkan armada yang dikerahkan ke wilayah bencana merupakan hasil gotong royong antarkader. Adapun salah satu mobil serbaguna didatangkan langsung oleh anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus dari Kalimantan Utara serta dukungan dari anggota DPR lainnya, seperti Doni Oekon.
Hasto mengungkapkan gerak cepat itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sejak 2 bulan lalu, Megawati telah meminta seluruh kader bisa siaga bencana berdasarkan analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikas (BMKG) yang disampaikan Prof. Dwikorita Karnawati.
Dikatakan bahwa Megawati sudah mempersiapkan agar Baguna dan tim kesehatan, khususnya di Jawa Barat, betul-betul siaga dengan truk logistik dan medis.
"Begitu bencana terjadi, kami tidak lagi gagap dan bisa langsung bergerak," tutur Hasto.
Pelepasan tim tersebut merupakan kelanjutan dari aksi kemanusiaan serupa yang sebelumnya telah dilakukan PDIP di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.







