Mengenal Lebih Dekat dengan Hanna Juniar, Pelari Wanita Tana Tidung, Pulang Kerja Langsung Latihan
January 31, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Di balik lintasan lari yang kerap ia taklukkan, ada sosok perempuan tangguh yang konsisten membagi waktu antara pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kecintaannya pada dunia olahraga lari.

Dialah Hanna Juniar, salah satu pelopor pelari wanita di Kabupaten Tana Tidung (KTT), yang hingga kini tetap aktif mengikuti berbagai kejuaraan lari di tingkat daerah hingga nasional.

Selain dikenal sebagai pelari, ia juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung yang aktif terjun langsung ke desa-desa untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketertarikannya pada olahraga lari sejatinya bukan hal baru, Hanna Juniar mengaku sudah akrab dengan aktivitas lari sejak masa kuliah, meski sempat berhenti dan beralih ke gym pada 2006.

Baca juga: Hanna Juniar Kabid P3 Dinkes Juara 1 Lomba Lari 5 Kilometer, Khusus ASN Pemkab Tana Tidung 

“Saya sebenarnya dari kuliah dulu sering lari. Tapi sempat berhenti karena takut hitam, jadi waktu itu lebih banyak nge-gym,” ujarnya saat berbincang dengan TribunKaltara.com, Sabtu (31/1/2026).

Momentum kembalinya wanita kelahiran Balikpapan, 5 Juni 1976 ini
ke dunia lari justru terjadi pada masa pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia di tahun 2020 lalu. 

Keterbatasan aktivitas dan tingginya beban kerja di sektor kesehatan membuatnya mencari cara agar tetap menjaga kebugaran dan imunitas tubuh.

“Waktu Covid kan kita tidak bisa ke mana-mana, tempat olahraga ditutup. Tapi kami yang di kesehatan masih kerja di kantor. Jadi supaya imun terjaga dan tidak suntuk, saya mulai jalan, lari, jalan, lari,” tuturnya.

Sejak saat itu, istri dari Asisten I Kabupaten Tana Tidung, Idham Nur ini kembali menekuni lari secara rutin hingga akhirnya bergabung dengan komunitas Tana Tidung Runners. 

Baca juga: Dinkes Tana Tidung Tagani Tiga Kasus Gigitan Hewan dalam Sebulan, Hanna Juniar: Bukan Rabies

Ia pun mulai mengikuti berbagai kejuaraan, terutama di kategori master wanita yang diperuntukkan bagi pelari usia 45 tahun ke atas.

“Kalau di pelari itu tidak ada kata terlambat untuk memulai. Saya masuk di kategori master, dan di situ justru saya merasa tertantang,” katanya.

Sejumlah prestasi pun berhasil ia torehkan. Pada 2022, Hanna meraih Juara 3 Bayan Run 10K. 

Setahun berikutnya, ia mencatatkan beberapa podium, di antaranya Juara 2 ASN KTT 5K, Juara 2 Bayan 5K, serta Juara 2 10K HUT Korem.

Prestasinya berlanjut pada 2024 dengan meraih Juara 1 Lari 5K ASN KTT, Juara 1 5K Kaltara, Juara 3 Master 5K Kaltim, Juara 5 Medic Air Run 10K, dan Juara 2 10K Bayan Kaltim.

Pada 2025, Hanna kembali mengharumkan nama daerah dengan menempati peringkat 6 nasional pada ajang Korpri di Palembang, Juara 4 Tana Tidung Mengurus kategori Master, serta Juara 1 ASN Begimpur Kaltara.

“Untuk tingkat nasional saya pernah di urutan keenam. Waktu itu mewakili Provinsi Kaltara di ajang Pornas Korpri,” ungkapnya.

Di tengah kesibukannya sebagai ASN dan tanggung jawab rumah tangga, Hanna mengakui tantangan terbesarnya adalah membagi waktu sehingga ia harus bisa menyesuaikan diri dari berbagai perannya dengan disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama.

“Saya satu minggu latihan lari empat kali. Pulang kerja saya sudah bawa pakaian, jadi setelah absen langsung latihan di RTH atau bareng teman-teman runner. Kalau pulang dulu ke rumah, waktunya habis,” jelasnya.

Ia juga menjalani latihan dengan target karena menggunakan pelatih, tidak semua lomba diikuti, melainkan dipilih sesuai kategori dan tujuan yang ingin dicapai.

Hanna Juniar 02 31012026.jpg
BERTUGAS SEBAGAI ASN - Hanna Juniar saat ditemui di kantor Dinkes Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Jumat (30/1/2026). Selain fokus berlari ia juga bertugas sebagai ASN Dinkes KTT.

“Tidak semua event saya ikuti. Saya fokus, mana yang ada kategori master wanitanya, di situ saya persiapkan latihan,” katanya.

Hanna dikenal sebagai salah satu perempuan pertama yang aktif berlari di KTT, di saat pelari wanita masih sangat minim. 

Ia berharap kehadirannya bisa menjadi motivasi bagi perempuan lain untuk mulai berlari.

“Dulu pelari di sini kebanyakan laki-laki. Sekarang alhamdulillah sudah banyak perempuan, anak-anak juga sudah mulai,” ucapnya.

Sebagai tenaga kesehatan, Hanna juga berbagi edukasi kepada pelari pemula, terutama soal hidrasi dan perlindungan kulit.

“Berlari itu harus tetap hidrasi, meskipun jaraknya pendek. Banyak yang keram dan kakinya sakit itu karena dehidrasi. Jangan lupa juga pakai sunblock, mau lari pagi, subuh, bahkan malam tetap pakai,” pesannya.

Wanita berparas cantik yang juga merupakan ibu dari dua anak ini menekankan kunci utama dalam olahraga lari adalah niat dari diri sendiri, disiplin, dan konsistensi.

“Rasa malas itu harus dilawan. Jangan ragu untuk memulai lari. Yang penting konsisten, disiplin, dan fokus dengan tujuan,” tekannya Hanna.

Ia juga berpesan kepada pelari pemula untuk tidak terburu-buru mengejar target jarak jauh, akan tetapi harus dimulai secara perlahan dan bertahap.

Mulai lah bertahap, dari yang mudah dulu langkah kecil sangat berarti sebelum ke langkah yang besar, konsisten dan percaya prosesnya

Sosok Hanna Juniar menjadi bukti bahwa usia dan kesibukan bukan penghalang untuk tetap berprestasi. 

Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, ia terus berlari, menginspirasi, dan mengharumkan nama Tana Tidung di lintasan olahraga.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.