TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.
Komisi D bergerak di bidang pembangunan, di mana tugas dan fungsi komisi ini meliputi pekerjaan umum, perumahan dan gedung pemerintah daerah, tata ruang, pengawasan dan penertiban bangunan, pertamanan dan pemakaman, kebersihan, pengelolaan lingkungan hidup daera
Imbauan tersebut disampaikan Yuke merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan di Jakarta masih tergolong tinggi hingga awal Februari 2026.
Berdasarkan data BMKG, terjadi peningkatan intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir serta gangguan hidrometeorologi lainnya di sejumlah wilayah Ibu Kota.
“Kami menghimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada,” ujar Yuke, Jumat (30/1/2026).
Ia menekankan, masyarakat yang bermukim di kawasan rentan banjir atau genangan perlu melakukan antisipasi sejak dini.
Salah satunya dengan mengamankan dokumen penting dan barang berharga.
“Seperti surat rumah, ijazah, surat kendaraan, serta barang-barang berharga lainnya agar tidak rusak atau hilang saat banjir,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Selain itu, Yuke juga menyarankan warga di wilayah rawan banjir untuk mempertimbangkan mencari tempat tinggal sementara apabila kondisi tidak memungkinkan.
“Misalnya dengan pindah ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” tuturnya.
Tak kalah penting, Yuke mengingatkan masyarakat agar memastikan keamanan instalasi listrik di rumah guna menghindari risiko korsleting saat terjadi genangan atau banjir.
“Pastikan juga instalasi listrik aman dan aspek keselamatan lainnya benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.
Menurut Yuke, langkah-langkah antisipatif tersebut penting dilakukan untuk meminimalisasi dampak dan risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Ia juga meminta warga agar tidak mengabaikan informasi prakiraan cuaca dan terus memantau perkembangan kondisi melalui sumber resmi, seperti BMKG.
Dalam kesempatan itu, Yuke menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar serta penerapan work from home (WFH) bagi pekerja.
“Jika cuaca atau kondisi tidak memungkinkan, lebih baik siswa tidak datang ke sekolah dan belajar dari rumah. Begitu pula untuk pekerjaan, bisa dilakukan dari rumah jika situasi tidak baik,” pungkasnya.