Kesaksian Tetangga Suderajat, Akui Ada Keterbatasan Mental: Omongannya Sering Ngalor-Ngidul
February 01, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus pedagang es gabus Ajat Suderajat kembali menjadi sorotan publik. 

Kali ini, kesaksian datang dari tetangganya sendiri yang mengungkap adanya keterbatasan mental pada diri Suderajat. 

Cara bicaranya kerap berubah-ubah dan tidak konsisten. 

Kesaksian itu disampaikan tetangganya bernama Makmur, yang tinggal di depan rumah Suderajat. 

Pernyataan Makmur diungkap lewat percakapan video call dengan konten kreator sekaligus pengurus Yayasan Rumah Mans Indonesia, Aminudin. 

Ia mengunggahnya di Instagram. 

Dalam percakapan tersebut, Makmur menjelaskan bahwa Suderajat sebenarnya memiliki rumah sendiri, tetapi kondisinya rusak dan sedang dalam proses renovasi. 

Selama itu, Suderajat tinggal di rumah kontrakan yang selama ini sering disangka rumah pribadinya. 

"Betul (ngontrak) aslinya punya rumah, cuma kan rumahnya hancur lagi direnovasi. Yang orang datengin itu sebetulnya rumahnya ngontrak," kata Makmur kepada Aminudin. 

Makmur menyebut ucapan Suderajat kerap ngalor ngidul dan sulit dipegang. 

Ia beralasan karena Suderajat memiliki keterbelakangan mental. 

"Dia ini orangnya enggak bisa dipegang omongannya, suka ngalor ngidul suka berubah-berubah bahkan enggak sekali dua kali sering berubah karena pak Ajat Suderajat ini ada keterbatasan mental," jelas Makmur. 

Aminudin sendiri menegaskan bahwa ia tidak bermaksud membela Suderajat, tetapi hanya ingin memberikan gambaran tentang kondisi Suderajat. 

"Disini saya tidak membela sama sekali Pak Sudrajat, tapi saya datang waktu itu tanggal 27 Januari sebelum besoknya ketemu Pak Dedy Mulyadi, dari pagi tanggal 27 itu Pak Sudrajat banyak tamu dan saya pun menunggu beliau sampai jam 12 malam karna menunggu giliran, uang donasi memang belum dipakai sama sekali karna baru baru viral, terus saya ngobrol banyak sama anak dan tetangganya memang Pak Sudrajat ini agak lain termasuk istrinya yg mengalami susah pendengaran, hari senin saya akan kembali kesana untuk memastikan amanah dari teman teman dipergunakan dengan baik atau untuk keperluan rumah, karna saya masih dipekalongan mengunjungi teman teman disabilitas, terimakasih sehat sehat untuk semua," tulis Aminudin di postingan terkait video percakapannya dengan Makmur. 

Senada dengan pihak kecamatan

Pihak Kecamatan Bojonggede, wilayah tempat tinggal Suderajat pun juga mengatakan hal yang sama. 

Pihak Kecamatan Bojonggede mengungkapkan pembelaannya di balik ketidakjujuran Suderajat. 

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan mengenai fakta hasil asesmen lintas instansi yang menyebut adanya indikasi disabilitas mental terhadap diri Suderajat dan istrinya. 

Perilaku Suderajat yang kerap memberikan jawaban berubah-ubah saat ditanya, termasuk saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, bukan semata-mata karena bohong. 

Menurut pihak kecamatan, ada dugaan gangguan mental pascatrauma yang memengaruhi kemampuan komunikasi verbal Suderajat dan istri. 

"Terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video YouTube) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya," katanya seperti dikutip dari Kompas.com Jumat (30/1/2026). 

Kondisi tersebut membuat Suderajat kesulitan menyampaikan informasi secara runtut dan konsisten. 

Bahkan, menurut keterangan RT dan RW setempat, tampak tanda-tanda keterbelakangan secara psikologis dan mental sejak lama. 

Kemudian kondisi itu diperparah dari tekanan setelah peristiwa yang menimpanya. 

"Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah," ungkapnya.

Tenny melanjutkan keterangan dari Ketua RT dan RW setempat juga menguatkan adanya keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat. 

Kondisi tersebut diduga sudah ada sebelumnya, lalu diperparah oleh tekanan trauma setelah kejadian viral.

"Kami baru bicara indikasi, ya. Tapi yang terlihat jelas itu istrinya," katanya. 

Bahkan Suderajat pun ketika diajak komunikasi oleh ketua RT dan RW di lingkungan sekitarnya terindikasi ada keterbelakangan secara psikologis dan mental.

"Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak)," bebernya.

Pemerintah kecamatan berharap penjelasan tersebut dapat menghentikan spekulasi publik dan mengembalikan persoalan Suderajat pada konteks yang sebenarnya, yakni upaya penanganan warga kurang mampu melalui program perbaikan rumah yang sedang berlangsung.

Berita terkait

  • Baca juga: Dedi Mulyadi Sampai Tepuk Paha Dengar Uang Donasi Mau Dipakai Suderajat untuk Kawinkan Anak
  • Baca juga: Banyak yang Hilang Respek, Camat Ungkap Fakta Pilu di Balik Ketidakjujuran Pedagang Es Gabus
  • Baca juga: Pedagang Es Gabus Disentil Dedi Mulyadi Tak Jujur, Camat Ungkap Fakta Lain, Kejiwaannya Disorot
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.