Operasi Pencarian Pendaki Hilang Resmi Berakhir, Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup
February 01, 2026 11:12 AM
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Operasi pencarian SAR (Opsar) suvirvor Yazid Ahmad Firdaus (26), pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berakhir nihil, kini resmi ditutup, di hari ke-13, Sabtu (31/1/2026).
Pasca, penutupan opsar, pendakian Bukit Mongkrang masih ditutup untuk umum.
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, membenarkan kabar tersebut.
Baca juga: Operasi Pencarian Yazid di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditutup: 300 Relawan Belum Temukan Survivor
"Pasca Opsar Barsarnas Solo resmi ditutup, pendakian Bukit Mongkrang juga ditutup untuk pengunjung," kata Eko, Minggu (1/2/2026).
Eko mengatakan, penutupan dilakukan beberapa hari ini untuk alam dapat memperbaikinya vegatasinya yang kemarin sempat terganggu karena pencarian.
OPSAR DITUTUP - Operasi Pencarian SAR (Opsar) suvirvor Yazid Ahmad Firdaus (26), pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, masih berakhir nihil, kini resmi ditutup, pada hari ke-13, Sabtu (31/1/2026). Survivor sampai sekarang belum ditemukan. (TribunSolo.com)
Dia mengatakan, pembukaan operasional Bukit Mongkrang masih menunggu petunjuk dari Dinas Kehutanan Prov Jateng dan Perhutani.
"Terkait ditutupmya operasional Bukit Mongkrang dan rencana akan dibuka masih menunggu petunjuk lebih lanjut," kata Eko.
Baca juga: Pencarian Pendaki Hilang di Mongkrang Dilanjut Hari ke-13, Fokus di Bawah Pos Tapak Nogo
Koordinator Opsar Barsarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, mengatakan pasca-Opsar Barsarnas Solo dihentikan, pengelolaan pendakian Bukit Mongkrang juga dihentikan aktivitasnya.
Dia mengatakan, penghentian aktivitas operasional di Bukit Mongkrang dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan
"Pihak otoritas sama pengelola (pendakian Bukit Mongkrang) juga menutup dalam aktivitas apapun itu sampai waktu yang tidak bisa ditentukan," kata Tri.
Kronologi Pendakian hingga Hilangnya Yazid di Bukit Mongkrang:
Minggu, 18 Januari 2026, empat pendaki yakni Salman, Sukma, Riyan, dan Yazid Ahmad Firdaus (26) memulai pendakian tektok Bukit Mongkrang pukul 06.30 WIB.
Setelah melewati gerbang, Yazid, Salman, dan Sukma berjalan lebih cepat, sementara Riyan berada di belakang.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Salman dan Yazid tiba lebih dulu di puncak.
Karena Riyan belum sampai, Yazid turun untuk menyusul dan berpapasan dengan Sukma, lalu kembali naik bersama Riyan hingga tiba di puncak.
Pukul 08.30 WIB, keempatnya berfoto bersama di puncak.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan mulai turun dengan formasi Yazid–Salman–Sukma–Riyan.
Tak jauh dari puncak, jaket Yazid terjatuh. Yazid mengambilnya, lalu Salman dan Sukma menyalip sehingga posisi Yazid menjadi di belakang mereka.
Salman terakhir melihat Yazid di jalur turun, dengan jarak sekitar 20 meter menurut keterangan Sukma.
Jalur pendakian saat itu ramai sehingga beberapa titik terjadi antrean.
Yazid terakhir terlihat di area batuan di atas Pos 3.
Salman dan Sukma melanjutkan turun hingga tiba di basecamp sekitar pukul 11.30 WIB, namun Yazid tidak kunjung tiba.
Riyan tiba di basecamp sendirian.
Sukma kembali naik untuk mencari Yazid, sementara Salman dan Riyan menunggu di gerbang pendakian.
Sukma naik hingga Pos 2, namun sekitar pukul 13.50 WIB hujan deras turun dan ia berteduh di pos.
Sukma menghubungi rekannya agar melapor ke basecamp dan menyatakan Yazid hilang.
Sejak 18 Januari hingga 31 Januari 2026, pencarian oleh Tim SAR gabungan masih berlangsung dan belum membuahkan hasil.
Ciri Yazid: tinggi 175 cm, berat 68 kg, kulit sawo matang, mengenakan kaos dan celana pendek hitam, jaket parasut hitam, sepatu HOKA SG 6 ungu-pink, jam tangan putih.
Barang bawaan: running belt hitam, dua soft flask hitam, botol Coca Cola, snack fit bar, dan headset bone conduction hitam.