Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terpadu melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan di bidang kemaritiman dan pelayaran, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada Kamis, (29/1/2026) di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.
Sebanyak 45 taruna dan taruni bersama sejumlah dosen, pegawai, tim nakes dan tim psikolog Politeknik Pelayaran Malahayati diterjunkan langsung ke lokasi kegiatan.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati, Ir Andi Fiardi MT, CGRE yang diwakili oleh Dr(c) IR Dedi Kurniawan selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), didampingi oleh Muhammad Azis MM M.Mar.E, dengan Muhammad Yani, M.Pd sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
Dalam pelaksanaannya, Politeknik Pelayaran Malahayati melaksanakan sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat setempat, mengingat wilayah Desa Blang Cut terdampak banjir.
Selain itu, dilakukan kegiatan pembersihan puing-puing dan sampah sisa banjir, berupa kayu dan material lainnya, di sepanjang jalan desa serta area fasilitas publik, meliputi meunasah, kantor keuchik, lapangan voli, serta lingkungan PAUD ARFIA.
Kegiatan PKM Terpadu ini juga melibatkan tim tenaga kesehatan (nakes) dan tim psikolog Politeknik Pelayaran Malahayati.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kolesterol, pemberian vitamin, serta pengobatan gratis bagi masyarakat.
Sementara itu, tim psikolog melaksanakan kegiatan pendampingan ceria bagi anak-anak PAUD ARFIA guna membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana banjir.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Politeknik Pelayaran Malahayati turut menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Desa Blang Cut, serta membagikan pakaian lengkap kepada seluruh peserta kegiatan.
Salah seorang warga Desa Blang Cut, Azhari, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan pascabencana banjir.
Kehadiran Politeknik Pelayaran Malahayati dinilai memberikan semangat baru, pengetahuan, serta harapan bagi warga desa.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama antara Politeknik Pelayaran Malahayati dengan LKP ARFIA, lembaga kursus dan pelatihan yang dipimpin oleh Ari Khan.(rel)
Baca juga: PKS Banda Aceh Gelar Rakerda, Perkuat Soliditas dan Pelayanan untuk Warga Kota
Baca juga: BPP Peudada Jadi Percontohan Agropolitan Pertanian Bireuen
Baca juga: Anggota DPRA Minta APBA 2026 Lebih Memihak Korban Bencana