SRIPOKU.COM - Pelarian alibi pemuda yang diduga merusak fasilitas CCTV di Jembatan Ampera berakhir di kantor polisi.
Setelah sempat mengaku sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat diamankan warga dan tim Walikota, pemuda tersebut akhirnya mengakui bahwa dirinya dalam keadaan sadar.
Informasi ini terungkap melalui unggahan akun Instagram @palembangkulukilir, yang memperlihatkan sang pemuda dalam kondisi tangan diborgol saat digelandang ke pihak berwajib.
Baca juga: Kepergok Ratu Dewa Rusak CCTV Jembatan Ampera, Pemuda Ini Ngaku Orang Gila Saat Diamankan
"Nah gais, lah ngaku dio idak gilo, cuma ngilo bae. Oh iyo dio lah diantarke ke Polsek IB 1 gais," tulis keterangan dalam video unggahan tersebut.
Meski sudah diamankan, pemuda tersebut masih sempat berkelit saat diinterogasi lebih lanjut.
Dalam rekaman video, ia tampak tertunduk namun membantah jika dirinya benar-benar gila.
"Dak pulo gilo kak (Tidak terlalu gila, kak)," ujarnya saat ditanya petugas.
Saat ditegaskan kembali mengenai pernyataannya sebelumnya di lokasi kejadian, ia akhirnya mengakui, "Idak gilo kak."
Aksi Spontan Ratu Dewa
Penangkapan ini bermula dari aksi heroik Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa, pada Kamis (22/1/2026).
Saat melintas di atas Jembatan Ampera, Ratu Dewa beserta rombongan mendadak menghentikan kendaraan setelah memergoki aksi vandalisme secara langsung.
Pemuda tersebut terlihat melempar kamera CCTV yang terpasang di Menara Jembatan Ampera serta merusak rantai dan gembok pengaman kawasan ikonik Kota Palembang tersebut.
Sempat Berdalih Gila Saat Diinterogasi
Saat diamankan langsung oleh Ratu Dewa dan timnya di lokasi, pelaku sempat mencoba mengelabui petugas dengan berpura-pura mengalami gangguan jiwa.
"Aku ni gilo, aku dikasih orang uang. Aku ni galak guling di jalan," cetusnya dengan dialek Palembang yang kental saat itu, berusaha meyakinkan rombongan Walikota agar dilepaskan.
Bahkan, saat ditanya motif merusak rantai pengaman, ia menjawab ketus bahwa aksinya dilakukan tanpa alasan karena kondisi kejiwaannya.
Namun, drama tersebut berakhir setelah ia dibawa ke Polsek Ilir Barat (IB) I Palembang untuk proses hukum lebih lanjut.
Viral dan Jadi Pelajaran bagi Warga
Momen pengamanan pelaku ini sempat viral setelah diunggah oleh akun Instagram @sahabat_ratudewa.
Pihak protokol Walikota menyampaikan apresiasi kepada warga yang peduli dan memohon maaf jika aksi pengamanan spontan tersebut sempat menimbulkan kemacetan singkat di atas jembatan.
"Mari kita jaga sama-sama fasilitas yang ada di kota Palembang tercinta ini. Jangan takut laporkan hal-hal seperti ini," tulis pesan dalam unggahan tersebut sebagai imbauan bagi masyarakat untuk menjaga aset kota.***