TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang bakal kirim ribuan Mubaligh jelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Para mubaligh tersebut diamanahkan mengisi ceramah di Masjid mulai dari tingkat Desa di Kabupaten Wajo hingga luar Provinsi Sulawesi Selatan.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Dakwah, Fatwah dan Bahtsul Masaa'il Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang, Dr Haji As'ad Maruwewang.
"Betul ratusan Mubaligh itu ada kualifikasi berdasarkan peran dan kompetensinya masing-masing," ujarnya kepada Tribun-Timur.com melalui telepon Whatsapp, Minggu (1/2/2026)
"Ada 4 kategori Mubaligh, Profesional, Populer, Mubaligh Wilayah 3T (Khusus daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar) serta Mubaligh Junior," sambungnya.
Baca juga: Ramadan 2026, Wahdah Islamiyah Turunkan Ribuan Dai hingga ke Pelosok
Dr As'ad Maruwewang menjelaskan, Mubaligh Profesional umumnya memiliki latar belakang pendidikan keislaman mumpuni (Kualifikasi Keilmuan S1,S2,S3)
"Mereka mengisi masjid di perkotaan dan masjid seputar Ibu Kota Kecamatan dibeberapa Kabupaten. Ada yang bertugas sebulan, 10 malam dan 5 malam, diperkirakan 200 Mubaligh," jelasnya.
Lalu, Mubaligh Populer lanjut Dr As'ad adalah mereka yang dikenal luas melalui media massa, media sosial, atau televisi.
"Biasanya mereka di kirim ke luar Provinsi, diundang Khusus beberapa Masjid di Ibu Kota Provinsi, Perusahaan dan diperkirakan kurang lebih 50-100 Mubaligh," paparnya.
Lanjut, Mubaligh Wilayah 3T adalah pendakwah yang diseleksi khusus melalui Pondok Pesantren As'adiyah dgn Kementerian Agama.
"Mereka akan bertugas di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sekira 100 Da'i/ Muballigh," lanjutnya menguraikan.
"Mubaligh Junior yaitu Mahasiswa, Siswa MA dan MTs yang disiapkan melalui orientasi, hingga pembekalan di tingkat pusat (penataran). Mereka akan bertugas di masjid-masjid Desa Khususnya di Kabupaten Wajo, ada sekitar 200 juga," tambahnya Dr As'ad.
Tak hanya itu, Ponpes As'adiyah Sengkang juga memiliki program Da'i Santri Menyapa Umat dalam Bulan Suci Ramadan nanti.
"Seluruh santri diminta tampil menyampaikan ceramah di Masjid- Masjid seputaran tempat tinggal mereka, diperkirakan 3.000 hingga 5000-an Santri," katanya.
Dijadwalkan, Halaqah Muballigh Persiapan Masuk Ramadhan dilaksanakan 8 Februari 2026.
"Nanti sebelum mereka keluar ada halaqah (metode pendidikan, pengajaran ilmu agama secara intensif) terlebih dahulu, dipusatkan di Ponpes As'adiyah Lapongkoda," sebutnya.
Di sisi lain, salah satu Mubaligh yang akan bertugas dalam Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah adalah Ustadz Akbar Gunawan.
Ustadz Akbar kini menjadi Imam Masjid AT Taubah Pasar Sentral Sengkang.
Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam As'adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo,
"Iye, Insya Allah. Tapi belum ada jadwal penuh, kebanyakan dalam Kota Sengkang jika seperti tahun sebelumnya," tuturnya ditemui Tribun-Timur.com di salah satu rumah kerabatnya, Jl Seroja, Jumat (30/1/2026).(*)