Medan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menghadirkan senyuman bagi siswa pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Kali ini fokus kita generasi bangsa melalui suatu kegiatan pelayanan di SDN 155678 Hutanabolon II, Tapanuli Tengah," ucap Kepala Markas PMI Sumut Ade Yudiansyah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Ahad.
Pihaknya menggelar sejumlah kegiatan yang berlangsung cukup meriah dengan mengintegrasikan tiga aspek penting masa pemulihan pasca-bencana, seperti promosi kesehatan (promkes), kemudian promosi kebersihan, dan dukungan psikososial (psychosocial support).
"Ini upaya pemulihan bagi siswa terdampak. Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar bantuan satu arah, melainkan wujud kolaborasi nyata," kata dia.
Menurutnya, PMI Sumut bersinergi dengan PMI Lampung Tengah dan para mahasiswa STIKes Nauli Husada untuk memastikan seluruh siswa mendapat perhatian maksimal.
Ade menjelaskan pemilihan jenis bantuan dalam kegiatan ini sesuai hasil asesmen di lapangan berdasarkan kebutuhan pasca-bencana banjir dan longsor akhir November lalu.
"Kami tidak hanya membawa keceriaan, tapi juga perlengkapan penunjang. Selain bermain, kami memberikan bingkisan berupa buku, alat tulis. Ada paket kebersihan diri, seperti sabun, sikat gigi dan odol," ujar Ade.
Ia mengatakan tujuan utama kegiatan ini memacu kembali semangat belajar anak-anak sekaligus meminimalisasi trauma psikologis akibat bencana yang mereka alami.
"Keceriaan anak-anak di ruang kelas bisa kembali, meski kondisi bangunan sekolah masih dalam pemulihan. Akan tetapi, semangat belajar siswa tidak surut," tutur Ade.
Nining, guru di SDN 155678 Hutanabolon II, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, memberikan apresiasi atas kehadiran relawan PMI ini.
"Sekolah kami terdampak, syukurnya tidak terlalu parah. Tapi, mental anak-anak yang paling penting," kata Nining.
Lewat edukasi kebersihan dikemas secara interaktif, lanjut dia, anak-anak diajarkan tetap menjaga pola hidup sehat meski berada dalam situasi darurat.
Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi pemantik agar aktivitas belajar mengajar siswa sekolah bisa kembali pulih sepenuhnya di Tapanuli Tengah.
"Dengan kegiatan ini, mereka bisa bermain, bernyanyi dan mewarnai. Kami para guru sangat bahagia melihat anak-anak kembali ceria," ucap Nining.







