- Di tengah ketegangan dengan AS, Iran menunjukkan tajinya dengan latihan tempur angkatan laut.
Tembakan langsung dilancarkan selama dua hari di Selat Hormuz.
Latihan pasukan Iran dijadwalkan dimulai pada Minggu (1/2/2026).
Hal ini bersamaan dengan pengerahan kapal induk Abraham Lincoln dan sejumlah aset militer lain di Timur Tengah.
Latihan ini juga mensimulasikan pertempuran asli dengan menggunakan sejumlah amunisi.
CENTCOM pun mengeluarkan peringatan keras pada IRGC saat latihan tembak itu.
AS menegaskan, pihaknya tak akan mentolerir tindakan jika tembakan Teheran mengenai Washington atau aset-asetnya.
Seperti terbang di atas kapal induk AS.
Mendekat dengan kecepatan tinggi.
Bahkan mengarahkan senjata ke kapal.
Hal-hal tersebut akan dianggap AS sebagai ancaman dan akan langsung direspons cepat.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang tidak aman dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), termasuk terbang di atas kapal militer AS yang terlibat dalam operasi penerbangan, terbang rendah atau bersenjata di atas aset militer AS ketika niatnya tidak jelas, pendekatan perahu berkecepatan tinggi yang mengarah ke tabrakan dengan kapal militer AS, atau senjata yang diarahkan ke pasukan AS,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
AS mengakui hak Iran untuk beroperasi di perairan teritorial dan wilayah udara internasionalnya.
Tetapi perilaku yang tidak aman di dekat pasukan AS, kapal komersial, atau mitra regional akan berisiko meningkatkan ketegangan dan destabilisasi.
Kini, AS menegaskan pihaknya mau bernegosiasi dengan pemerintah Iran untuk mengatasi ketegangan.
Meski begitu, Iran tetap menyertakan opsi serangan militer.