Dirut BEI dan Pejabat OJK Mundur, Tawa Ferdinand Hutahaean: Purbaya Kapan Nyusul?
February 02, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi singkat mundurnya petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Diketahui, Iman Rachman mundur dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Posisinya lalu digantikan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik.

Kemudian menyusul pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurukan diri dari jabatannya.

Empat pejabat OJK yang mengundurkan diri adalah Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK), serta I.B. Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK).

Selanjutnya, Rapat DK OJK pada Sabtu (31/1/2026) menetapkan Friderica Widyasari sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK. 

Sebelumnya Friderica merupakan kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK.

Selain itu, Rapat DK OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Sebelumnya, Fawzi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.

Respon Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean menuturkan sektor keuangan terguncang. Namun, ia tidak mempertanyakan alasan para pejabat BEI dan OJK mundur.

"Dirut Bursa Efek Indonesia telah mengundurkan diri disusul kemudian tiga komisioner OJK mengundurkan diri. Juga terjadi keguncangan di sektor keuangan kita," kata Ferdinand Hutahaean dikutip dari akun instaram pribadinya, Minggu (1/2/2026).

"Saya tidak mau bertanya mengap mereka mundur, saya hanya mau bertanya singkat saja. Purbaya kapan nyusul? hahaaha," ucap Ferdinand sambil tertawa.

Bukan Karena Prabowo

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras kabar yang menyebutkan adanya pengunduran diri sejumlah petinggi BEI dan OJK menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dikaitkan dengan kemarahan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menegaskan, isu yang beredar luas di ruang publik dan media sosial tersebut tidak berdasar dan cenderung menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di pasar keuangan.

Ia memastikan tidak ada arahan, tekanan, maupun permintaan pengunduran diri terhadap pimpinan otoritas pasar modal dan lembaga pengawas sektor keuangan.

Hal itu disampaikan Purbaya saat ditemui wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Dengan nada tenang, ia menepis spekulasi yang berkembang dan meminta publik tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Enggak ada. Tidak benar itu. Beliau mah santai saja,” ujar Purbaya singkat, merujuk pada Presiden Prabowo Subianto dikutip dari Wartakota.

Isu mundurnya petinggi BEI dan OJK mencuat setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah pihak mengaitkan koreksi pasar tersebut dengan dinamika politik dan persepsi investor terhadap respons pemerintah, termasuk narasi bahwa Presiden menunjukkan kemarahan atas kinerja pasar keuangan nasional.

Namun, Purbaya menilai fluktuasi IHSG merupakan bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi banyak faktor, baik global maupun domestik.

Menurutnya pemerintah memahami bahwa pasar saham bersifat sensitif terhadap sentimen, sehingga tidak dapat disederhanakan sebagai akibat dari satu peristiwa atau pernyataan tertentu.

Ia juga menegaskan, koordinasi antara pemerintah, BEI, dan OJK tetap berjalan normal.

Seluruh otoritas terkait, kata Purbaya, fokus menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan stabilitas dan komunikasi yang jelas ke publik. Fundamental ekonomi kita tetap kuat, dan itu yang terus kami jaga bersama,” kata dia.

Pernyataan Purbaya ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi pemerintah untuk meredam spekulasi yang berpotensi memperkeruh sentimen pasar.

Pemerintah berharap pelaku pasar dan masyarakat dapat bersikap lebih rasional serta mengandalkan informasi dari sumber-sumber resmi.

Dengan bantahan tersebut, pemerintah menegaskan tidak ada krisis kepemimpinan di tubuh BEI maupun OJK.

Temui MSCI

Selain itu, Purbaya menyatakan, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, akan mewakili BEI dalam pertemuan dengan lembaga penyedia indeks global MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026) besok.

Bendahara negara juga membenarkan bahwa Jeffrey Hendrik saat ini ditunjuk sebagai pengganti sementara Direktur Utama BEI sebelumnya, Iman Rachman, yang mengundurkan diri dari jabatannya.

"(Pengganti Iman Rachman, Jeffrey) Iya, berarti iya. Sepertinya iya," kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (1/2/2026).

"(Ketemu MSCI) Mestinya dia," imbuh Purbaya.

Menurut Purbaya, pertemuan dengan MSCI sepenuhnya menjadi ranah independen Bursa Efek Indonesia tanpa campur tangan pemerintah.

"Dari bursa kan mereka independen. Nanti kalau saya masuk, menteri keuangan ikut campur. Dia menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur yang ada di internal mereka. Pemerintah nggak ikut campur," tegas Purbaya.

Sementara itu, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik membenarkan rencana pertemuan dengan MSCI tersebut. Ia menyebut pertemuan akan dilakukan secara daring dan juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia untuk ketemu dengan petinggi MSCI dari OJK juga akan ikut," tutur Jeffrey.

Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey mengatakan BEI akan menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal.

"Kita akan meyakinkan kepada Indeks Provider Global bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola," tegas Jeffrey.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Kantornya Digeruduk, Menkeu Purbaya Disomasi Forum Warga Kota Gegara Cukai Minuman Berpemanis Molor
  • Baca juga: Diperingatkan Sedang Jadi Incaran Bandit, Purbaya Pede Ungkap Perbedaannya dengan Wamenaker Noel
  • Baca juga: Timothy Ronald Dibela Hotman dan Yudo Anak Purbaya, Korban Kripto Disentil FOMO dan Tak Mau Berjuang
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.