TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nurul Akmal, atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia dengan mencetak sejarah di ajang Olimpiade, menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan nasional.
Namun, di balik prestasi gemilang itu, Nurul Akmal kini menyimpan kekecewaan mendalam setelah hanya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Kisah ini pun memantik sorotan publik, mempertanyakan perhatian negara terhadap nasib atlet berprestasi setelah sorotan meredup.
Baca juga: Denada Bongkar Gaya Hidup Ressa yang Hedon & Manja, Langsung Ditantang Balik Lewat Bukti Persidangan
Nurul Akmal, lifter andalan Indonesia asal Aceh, resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada Kamis (29/1/2026) di Banda Aceh. Namun, status tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang atlet.
Melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12, pemegang gelar sarjana pendidikan ini mengunggah foto mengenakan seragam Korpri dengan keterangan tulisan bersyukur meski hanya berstatus PPPK Paruh Waktu, ditambah dengan emotikon sedih.
Kekecewaan ini muncul karena nasib Nurul dinilai tidak seberuntung atlet berprestasi lainnya.
Saat rekan sejawatnya diganjar pekerjaan sebagai perwira TNI, Polri, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS), lifter kelas berat ini hanya mendapatkan status paruh waktu.
“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” kata Hasballah, ayah Nurul Akmal, Sabtu (31/1/2026).
Bakat Nurul Akmal mulai tercium saat ia duduk di bangku kelas satu SMA pada 2010. Saat itu, pelatih lifter Aceh, Efendi Eria, menemukan bakat terpendam Nurul ketika melihatnya sedang mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.
Ketekunannya berlatih membawanya menjadi lifter putri pertama Indonesia yang mampu lolos di kelas berat pada Olimpiade 2020 Tokyo. Catatan ini spesial karena Indonesia biasanya hanya meloloskan atlet di kelas ringan.
Selain itu, Nurul menjadi atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.
Deretan prestasinya pun mentereng, mulai dari medali emas Asian Games 2018 (test event), medali perak Islamic Solidarity Games 2017, hingga raihan medali di SEA Games 2021 dan 2023.
Hasballah mengaku telah menempuh segala upaya agar putrinya bisa mendapatkan jaminan masa depan sebagai aparatur sipil negara.
Harapan yang sempat ditaruh kepada Presiden Joko Widodo sejak Olimpiade 2021 sirna hingga masa jabatan beliau berakhir.
“Harapan terakhir saya ada di tangan Presiden Prabowo. Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya,” terang Hasballah.
Bagi keluarga, status PPPK Paruh Waktu terasa tidak sebanding dengan pengorbanan Nurul yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia selama belasan tahun.
Profil Nurul Akmal
Nama: Nurul Akmal
Lahir: Aceh, 12 Februari 1993
Cabang: Angkat Besi (+87 kg)
Prestasi Utama: Medali Emas Asian Games 2018 (Test Event), Medali Perak Islamic Solidarity Games 2017, Medali Perak SEA Games 2021 &
2023, Olimpian Tokyo 2020.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)