10 Sasaran Prioritas Operasi Keselamatan Agung di Jembrana, Sasar Travel Bodong hingga Knalpot Brong
February 02, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Operasi Keselamatan Agung 2026 bakal digelar mulai 2-15 Februari 2026 mendatang. 

Selama 14 hari pelaksanaan, sedikitnya ada 10 sasaran prioritas pihak kepolisian terutama travel gelap hingga kenalpot brong.

Di sisi lain, Satlantas Polres Jembrana mengeluarkan peringatan kepada seluruh pengendara yang melintas jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk untuk mewaspadai jalur rawan kecelakaan. 

Terlebih lagi saat cuaca ekstrem karena beberapa titik jalan terdapat kerusakan ringan hingga berat.

Baca juga: Grebeg Sekolah, Polsek Busungbiu Bali Sita 18 Knalpot Brong Milik Siswa

Menurut data yang berhasil diperoleh, 10 sasaran prioritas dalam operasi yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri ini di antaranya pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara di bawah pengaruh alkohol dan kelengkapan kendaraan tidak sesuai standar (termasuk knalpot brong).

Selain itu juga menyasar kendaraan yang terbuka digunakan mengangkut orang, kendaraan tidak laik jalan, hingga pengawasan travel bodong alias mobil pribadi yang digunakan untuk jasa travel liar.

"Kita sudah menetapkan sasaran operasi yang dilaksanakan selama 14 hari ke depan ini," kata Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan saat dikonfirmasi, Minggu 1 Februari 2026.

Dia menegaskan, sasaran utama operasi yang jadi awal atau persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 serangkaian Hari Raya Idul Fitri ini di antaranya seperti kendaraan angkutan umum, angkutan pariwisata hingga kendaraan travel termasuk kendaraan travel bodong atau travel gelap. 

Selain itu juga mengawasi adanya kendaraan barang yang digunakan untuk mengangkut orang karena berpotensi sebabkan kejadian fatal.

Iptu Aldri juga mengakui bahwa di sepanjang jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang dikenal jalur tengkorak di wilayah Jembrana memang ada sejumlah titik rawan kecelakaan. 

Di antaranya seperti wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Negara dan Desa Batu Agung di Kecamatan Jembrana. 

Lokasi ini kerap terjadi kecelakaan lalulintas secara berulang sehingga masuk kategori titik rawan kecelakaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek dan pastikan kondisi fisik kendaraan lain jalan sebelum berangkat. Kemudian sangat penting juga untuk selalu waspada saat melintasi jalur nasional wilayah Jembrana, terutama di titik-titik rawan apalagi saat cuaca ekstrem," imbaunya. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.