Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan Kantor Berita ANTARA pada Minggu (1/2), mulai dari delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia hingga pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025.

Berikut rangkuman berita ekonomi kemarin yang masih menarik untuk disimak kembali pada Senin pagi ini.

1. OJK paparkan 8 rencana aksi percepatan reformasi bursa efek

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia, yang mencakup pilar penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga pendalaman pasar.

Baca selengkapnya di sini.

2. Danantara: Kepercayaan pasar modal kunci tarik investasi langsung

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menilai kepercayaan terhadap pasar modal menjadi faktor kunci dalam menarik investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia.

Baca selengkapnya di sini.

3. BEI publikasi data kepemilikan saham di bawah 5 persen awal Februari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia, salah satu upayanya melalui publikasi data kepemilikan saham di bawah 5 persen pada perusahaan tercatat (emiten).

Baca selengkapnya di sini.

4. Purbaya bakal tinjau hambatan dapen dan asuransi masuk pasar saham

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana meninjau hambatan industri dana pensiun (dapen) dan asuransi masuk ke pasar modal untuk mendorong mereka meningkatkan porsi investasi saham.

Baca selengkapnya di sini.

5. Airlangga prediksi ekonomi tumbuh lebih tinggi di Q4 daripada Q3 2025

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pada kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04 secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca selengkapnya di sini.