Mau Puasa Syaban Sekalian Qadha Ramadan? Begini Aturan dan Ketentuannya
February 02, 2026 09:11 AM

TRIBUNCIREBON.COM - Bulan Syaban menjadi penanda bahwa Ramadhan semakin dekat. Pergantian waktu yang begitu cepat mengingatkan umat Islam bahwa bulan penuh keberkahan akan segera tiba dan hanya datang sekali dalam setahun. Karena itu, momen ini dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah agar memperoleh pahala dan keberkahan.

Menjelang Ramadhan 2026, pencarian terkait niat puasa Syaban serta niat puasa qadha Ramadhan semakin meningkat. Banyak umat Muslim ingin memastikan bacaan niat yang tepat sebelum melaksanakan puasa sunnah maupun puasa wajib pengganti.

Dalam ajaran Islam, puasa tidak sekadar menahan rasa lapar dan haus, melainkan harus diawali dengan niat di dalam hati sebagai bentuk kesungguhan menjalankan ibadah karena Allah SWT. Tanpa niat, puasa dinilai tidak sah menurut ketentuan syariat.

Berikut penjelasan lengkap mengenai niat puasa Syaban, niat puasa pengganti Ramadhan, serta perbedaan di antara keduanya yang perlu dipahami oleh umat Islam.
 
Baca juga: Puasa Ramadhan 1447/2026 Sebentar Lagi, Ini Kumpulan Amalan Bulan Syaban yang Bisa Dilakukan

Niat Puasa Syaban

Puasa Syaban adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dikenal sering memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sebagai persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Niat puasa Syaban boleh dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Syaban

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT

Niat Puasa Syaban di Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.

Niat Puasa Ganti Ramadhan (Qadha)

Puasa ganti Ramadhan atau qadha puasa adalah puasa wajib untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena alasan syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.

Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa ganti Ramadhan wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar, karena termasuk ibadah wajib.

Lafal niat ganti puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhâ’i fardhi Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Niat Ganti Puasa Ramadhan Bisa Digabung?

Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa sunnah Syaban dengan niat ganti puasa Ramadhan, selama niat utamanya adalah qadha puasa.

Namun pahala sunnahnya tetap bergantung pada keikhlasan dan pendapat mazhab yang diikuti.

Karena itu, umat Islam dianjurkan meluruskan niat dan memahami tujuan utama puasa yang dijalankan.

Perbedaan Puasa Syaban dan Puasa Ganti

Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada status hukumnya.

Puasa Syaban bersifat sunnah, artinya dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak berdosa.

Sementara puasa ganti Ramadhan bersifat wajib, sehingga harus ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Selain itu, waktu niat puasa sunnah lebih fleksibel dibandingkan puasa wajib yang harus diniatkan sejak malam.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.