Inilah Tiga Momen Penting 2 Februari 2026, Ada Peringatan Hari Apa?
February 02, 2026 09:58 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Berikut beberapa momen penting tingkat internasional pada 2 Februari 2026 yang penting untuk diketahui.

Tiga momen penting tersebut berkaitan dengan lingkungan, seni dan tradisi budaya lintas generasi.

Meski tiga momen memiliki latar belakang berbeda, namun sama-sama mengajak manusia lebih sadar akan hubungan diri, lingkungan dan sejarah.

Baca juga: SIMAK! Ini Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Hari Besar di Kalender Februari 2026

Di bidang seni, tanggal ini diramaikan oleh World Play Your Ukulele Day.

World Play Your Ukulele Day, sebuah perayaan global yang mengajak siapa saja untuk memainkan ukulele, alat musik sederhana yang dikenal mampu menghadirkan kegembiraan melalui nada-nada ringan dan ceria. 

Peringatan ini menjadi simbol bahwa musik dapat dinikmati oleh siapa pun, tanpa harus rumit atau mahal.

Dari sisi lingkungan, 2 Februari juga diperingati sebagai World Wetlands Day atau Hari Lahan Basah Sedunia. 

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulbar Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Penghentian Sampah Plastik

Peringatan ini menyoroti pentingnya lahan basah sebagai ekosistem penyangga kehidupan, mulai dari menjaga keseimbangan air, melindungi keanekaragaman hayati, hingga menjadi benteng alami dari bencana alam. 

Hari ini menjadi pengingat bahwa kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama.

Sementara itu, dari ranah budaya dan tradisi, Groundhog Day menjadi perayaan unik yang berasal dari kebiasaan lama dalam membaca tanda-tanda alam untuk memprediksi perubahan musim. 

Tradisi yang berkembang di Amerika Serikat ini kini dikenal luas di seluruh dunia, tidak hanya sebagai ramalan cuaca simbolis, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya populer.

3 Momen Penting Tanggal 2 Februari 2026

1. World Play Your Ukulele Day

Setiap tanggal 2 Februari, dunia diramaikan oleh World Play Your Ukulele Day, sebuah perayaan yang mengajak siapa pun untuk memetik ukulele dan mengekspresikan diri melalui musik. 

Tidak ada batasan usia, kemampuan, atau genre yang penting adalah keberanian untuk bermain dan menikmati suara yang tercipta.

Ukulele merupakan alat musik berdawai empat yang masih satu rumpun dengan gitar. 

Dibandingkan gitar, bentuknya jauh lebih ringkas dan ringan. 

Hal ini menjadikannya pilihan favorit bagi pemula, anak-anak, maupun orang dewasa dengan jangkauan tangan terbatas. 

Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik utama.

Nada dasar ukulele terdiri dari G, C, E, dan A. Nama “ukulele” berasal dari bahasa Hawaii yang secara harfiah diartikan sebagai “kutu yang melompat”, menggambarkan gerakan jari pemain yang lincah di atas senar. 

Meski sangat lekat dengan budaya Hawaii, instrumen ini sebenarnya diperkenalkan oleh pendatang dari Portugal sebelum akhirnya berkembang dan mendunia, dikutip dari Days of The Year.

Memasuki abad ke-20, ukulele mulai dikenal luas di Amerika dan menjadi bagian dari musik jazz era 1920-an. 

Seiring waktu, alat musik ini menjelajah berbagai genre dari country, pop, hingga rock. 

Musisi terkenal seperti George Harrison, Eddie Vedder, dan Taylor Swift turut mempopulerkan ukulele di panggung musik modern. 

2. World Wetlands Day

Selain musik, tanggal 2 Februari juga menjadi momentum penting bagi lingkungan melalui World Wetlands Day atau Hari Lahan Basah Sedunia. 

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan peran vital lahan basah dalam menopang kehidupan di bumi.

Lahan basah adalah wilayah yang secara alami dipenuhi air, baik sepanjang tahun maupun pada periode tertentu. 

Bentuknya beragam, mulai dari rawa, paya, mangrove, hingga danau dangkal. 

Meski sering dianggap lahan tidak produktif, kawasan ini justru memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi.

Lahan basah berfungsi sebagai penyaring alami air, penyimpan cadangan air tanah, serta pelindung alami dari banjir dan badai. 

Selain itu, ekosistem ini menjadi habitat penting bagi berbagai jenis tumbuhan, ikan, amfibi, reptil, burung, hingga mamalia tertentu yang tidak dapat hidup di tempat lain.

Tanggal 2 Februari dipilih karena bertepatan dengan penandatanganan Konvensi Ramsar di Iran, sebuah kesepakatan internasional untuk melindungi lahan basah dunia, dikutip dari National Today.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa kerusakan lahan basah dapat berdampak langsung pada keseimbangan lingkungan dan kehidupan manusia.

3. Groundhog Day

Peringatan ketiga pada tanggal 2 Februari adalah Groundhog Day, sebuah tradisi khas Amerika Utara yang berkaitan dengan ramalan datangnya musim semi. 

Tradisi ini berakar dari kepercayaan lama masyarakat Eropa dalam membaca tanda-tanda alam.

Awalnya, kebiasaan ini berkaitan dengan perayaan Candlemas, di mana kondisi cuaca pada hari tersebut diyakini mencerminkan sisa musim dingin. 

Di Jerman, hewan seperti landak digunakan sebagai “peramal”. 

Ketika para imigran Jerman pindah ke Amerika, marmut atau groundhog menggantikan peran tersebut.

Kota Punxsutawney di Pennsylvania kemudian menjadi pusat perayaan Groundhog Day. 

Setiap tahun, ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan kemunculan marmut yang dipercaya memberikan petunjuk simbolis tentang perubahan musim. 

Tradisi ini semakin dikenal luas setelah film Groundhog Day (1993) yang menjadikannya bagian dari budaya populer global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.