TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga meninggal dunia pada 31 Januari 2026.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Mamuju terpantau telah mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.
Pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung atas berpulangnya salah satu putra terbaik Sulbar.
Langkah ini diambil sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat Nomor 100.3.4/1/2026 yang menginstruksikan seluruh instansi pemerintah, BUMD, hingga lembaga swadaya masyarakat untuk melaksanakan masa berkabung.
Baca juga: Menjaga Wibawa Mahkamah Konstitusi dari Hulu
Baca juga: Selamat Jalan Salim S Mengga, Sosok Pemimpin, Orang Tua Sekaligus Kakak
Humas Kantor Imigrasi Mamuju, M. Arif Setiawan, menegaskan pihaknya segera merespons instruksi tersebut begitu surat edaran diterbitkan di Mamuju pada 1 Februari 2026.
"Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sulbar, Imigrasi Mamuju mengibarkan bendera setengah tiang," ujar Arif saat ditemui di Kantor Imigrasi Mamuju, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, bendera Merah Putih di halaman Kantor Imigrasi Mamuju yang terletak di Jalan H. Abd. Malik Pattana Endeng mulai dinaikkan.
Sesuai prosedur teknis pengibaran bendera setengah tiang, bendera terlebih dahulu dinaikkan hingga ke puncak tiang sebelum akhirnya diturunkan perlahan ke posisi setengah tiang.
Rencananya, pengibaran bendera sebagai simbol duka cita ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
"Pengibaran dilakukan mulai Minggu, 1 Februari, hingga Selasa, 3 Februari 2026 mendatang. Ini adalah komitmen kami untuk mengikuti arahan pimpinan daerah sekaligus bentuk empati mendalam atas wafatnya Bapak Salim S Mengga," tambah Arif.
Instruksi pengibaran bendera ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang mengatur penggunaan bendera negara sebagai tanda berkabung.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi