APBA 2026 Harus Memihak Korban Bencana
February 02, 2026 10:03 AM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Demokrat, Nora Idah Nita berharap komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 lebih berpihak kepada korban bencana.

Hal ini disampaikan mengingat alokasi belanja APBA 2026 dianggarkan untuk kegiatan-kegiatan yang bukan prioritas dan tidak mendesak seperti rehab rumah anggota DPRA dan pembelian mobil dinas Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

“Saya menyarankan kegiatan seperti rehab rumah anggota DPRA sebesar Rp50 miliar dan juga pembelian mobil di BRA sebesar Rp20 miliar, dan belanja lainnya yang tidak mendesak, sesuai hasil verifikasi dan arahan Mendagri terhadap APBA 2026 agar dapat dirasionalisasi untuk kegiatan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk korban bencana," ungkap Nora dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Menurut Nora, berdasarkan pengakuan korban di lapangan, masyarakat di Aceh Tamiang belum menerima bantuan tunai dari pemerintah provinsi. Pemberian bantuan untuk korban ini perlu segera disalurkan mengingat kondisi yang mendesak.

Karena itu, Nora meminta untuk rehab rumah anggota DPRA sebaiknya ditunda dulu, dan untuk pengadaan mobil dinas sebaiknya dialihkan untuk masyarakat korban konflik yang terdampak bencana.

Nora juga menyampaikan, bahwa bencana dahsyat yang terjadi akhir November 2025 lalu berdampak luas terhadap masyarakat Aceh, menghilangkan harta benda dan mata pencaharian. 

Untuk itu, politikus Partai Demokrat ini mendorong peran optimal pemerintah provinsi yang sudah seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat. Ia berpendapat, program rehab rekon, pertanian, pembangunan infrastruktur dan bantuan usaha UMKM, serta bantuan langsung kepada masyarakat korban bencana sangat dibutuhkan sekali dalam situasi ini.

"Jika tidak segera diambil langkah tepat dan cepat, maka angka kemiskinan di Aceh akan semakin bertambah. Ini membuat situasi Aceh yang tidak baik ke depannya,” ungkapnya.

Sebagai anggota DPRA dapil Langsa dan Aceh Tamiang, Nora mengaku melihat sendiri keadaan masyarakat yang terkena dampak parah dalam bencana banjir ini. Ia bahkan telah mendengar sendiri keluhan masyarakat di wilayah terdampak yang kini sangat berharap bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan tunai.

"Apalagi dampak bencana ini membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, mengingat kondisi pascadua bulan banjir, kondisi korban di wilayah terdampak masih memprihatinkan," pungkasnya.(ra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.