Potret Dunia Malam Pekanbaru, Nikmati Musik Sembari Menyesap Alkohol Hingga Narkoba Sampai Subuh
February 02, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Ketika sebagian orang mulai terlelap, denyut dunia malam di Kota Pekanbaru justru kian menggeliat. 

Gemerlap lampu, dentuman musik, dan aroma parfum bercampur asap rokok menjadi penanda bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) di Pekanbaru tengah memasuki puncak aktivitasnya.

Pukul 22.00 WIB, waktu yang seharusnya menjadi batas akhir operasional, bukanlah penutup cerita. 

Justru pada jam inilah arus pengunjung mulai memadati pintu-pintu THM yang tertutup rapat dari luar, namun riuh di dalam.

Deretan kendaraan memenuhi area parkir. Tamu-tamu berdatangan dengan busana rapi, sebagian besar sudah paham bahwa malam masih panjang.

“Jam sepuluh itu belum apa-apa. Biasanya justru baru mulai ramai,” ujar Budi (nama samaran), pengunjung setia sejumlah THM di Pekanbaru, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, sebagian besar tempat hiburan baru mencapai puncak keramaian menjelang tengah malam.

Baca juga: Aksi Demo Buntut Pesta Waria di Pekanbaru, Tokoh Masyarakat Riau Desak Tutup THM

Baca juga: DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Segera Terbitkan SE THM Wajib Tutup Selama Ramadan

Di dalam ruangan, musik diputar dengan volume tinggi. 

Di sejumlah lokasi, ada yang menyajikan live music, ada pula yang mengandalkan musik karaoke.

Lampu kelap-kelip menari-nari, mengikuti irama, menciptakan ilusi euforia tanpa jeda. 

Di atas meja, botol-botol minuman beralkohol tersaji, gelas demi gelas diteguk.

Tak jarang, Budi yang masuk ke THM bersama beberapa rekannya, juga menikmati layanan dari wanita pendamping.

“Orang ke sini ya buat lepas penat. Musik keras, minum, joget," sambung Budi, yang sudah hafal ritme malam di kota ini. 

Ia menyebut, rata-rata THM di Pekanbaru baru menutup pintu pada dini hari, bahkan tak jarang hingga subuh.

Namun, di balik gemerlap dan euforia, ada sisi gelap lain yang sebenarnya juga sudah menjadi rahasia umum.

Penikmat THM lainnya, Putra (nama samaran, red) mengungkapkan, selain alkohol, sebagian pengunjung juga mengonsumsi narkoba jenis inex. 

Barang haram itu disebut-sebut menjadi jalan pintas untuk mencapai 'ketinggian' tertentu, menciptakan perasaan melayang, bebas, dan lupa sejenak pada realitas.

“Bukan rahasia lagi. Ada saja yang pakai, biar lebih ‘naik’," ujarnya.

Dunia malam Pekanbaru terus berdenyut, seolah hidup dalam waktu yang berbeda.

Ketika sebagian yang lain mulai memejamkan mata, THM justru membuka pintu lebih lebar.

Aturan jam operasional terasa seperti formalitas, kalah oleh gemerlap lampu, dentuman musik, dan hasrat untuk terus terjaga hingga fajar menyingsing.

Polresta Pekanbaru Sisir Tempat Hiburan Malam

Polresta Pekanbaru terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam (THM), khususnya terkait potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 

Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah preventif. Terlebih, tak lama lagi akan masuk Bulan Suci Ramadan.

Beberapa hari lalu, razia gabungan digelar aparat kepolisian bersama instansi terkait, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, dini hari. 

Razia menyasar sejumlah THM yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru.

Adapun empat lokasi yang menjadi sasaran, yakni New Paragon KTV, GEN-Z, HW Live House Pekanbaru, dan Angel’s Wing Pekanbaru.

Di setiap lokasi, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengelola, karyawan, hingga pengunjung, termasuk pelaksanaan tes urine secara acak.

Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol M Jacub Kamaru, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba, termasuk yang terjadi di lingkungan THM.

“Satres Narkoba Polresta Pekanbaru tidak memberikan ruang bagi setiap aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, di mana pun tempatnya, termasuk di THM. Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan melalui razia rutin dan kegiatan preventif lainnya,” ujar Kompol Jacub, Minggu (1/2/2026).

Dari hasil tes urine yang dilakukan dalam razia tersebut, petugas mendapati dua orang wanita yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.

Keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kompol Jacub menambahkan, pengawasan terhadap THM tidak hanya bersifat insidentil, tetapi akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.

“Ini adalah bentuk keseriusan Polresta Pekanbaru dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba serta memastikan tempat hiburan malam tidak disalahgunakan sebagai lokasi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.