SURYA.co.id - Malam Nisfu Syaban merupakan Malam Maghfirah (pengampunan). Malam ini diyakini sebagai waktu dibukanya pintu rahmat.
Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini juga diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memohon hajat.
Untuk meraih keistimewaan malam Nisfu Syaban, berikut enam amalan Nisfu Syaban beserta keutamaannya yang dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU).
Menghidupkan malam ini dengan ibadah adalah bentuk rasa syukur dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Berikut adalah rinciannya:
1. Membaca Surah Yasin Sebanyak 3 Kali
Amalan ini sangat populer di Indonesia, biasanya dilakukan setelah shalat Maghrib. Setiap bacaan disertai niat khusus:
Bacaan Pertama: Memohon umur panjang yang berkah dalam ketaatan.
Bacaan Kedua: Memohon perlindungan dari mara bahaya dan rezeki yang halal.
Bacaan Ketiga: Memohon ketetapan iman dan Islam hingga akhir hayat (Husnul Khatimah).
2. Memperbanyak Sholat Sunnah
Menghidupkan malam ini dengan shalat sunnah seperti Shalat Taubat, Shalat Hajat, dan Shalat Tahajud.
Ingat, ini adalah waktu di mana doa-doa diyakini lebih mustajab untuk dikabulkan, maka jangan lupa untuk berdoa dengan ketulusan hati.
3. Dzikir Doa Nabi Yunus
Membaca doa Nabi Yunus adalah bentuk pengakuan dosa yang mendalam.
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Teks Latin: Lā ilāha illā anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Doa ini dikenal sebagai doa Nabi Yunus AS, sering dibaca untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah, termasuk pada malam Nisfu Syaban.
Beberapa ulama menganjurkan membaca dzikir ini dalam jumlah tertentu (seperti 2.375 kali) sebagai bentuk riyadhah atau latihan spiritual memohon pertolongan Allah.
4. Memperbanyak Sholawat dan Istighfar
Membersihkan hati dengan membaca istighfar dan sholawat Nabi.
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘azhim alladzī lā ilāha illā Huwal ḥayyul qayyūm wa atūbu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Latin: Shallallahu 'ala Muhammad.
Artinya: "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad."
Baca juga: 9 Bacaan Sholawat Malam Nisfu Syaban Teks Arab, Latin dan Artinya
5. Puasa Sunnah Nisfu Syaban
Ibadah tidak hanya berhenti di malam hari. Pada siang harinya (tanggal 15 Syaban), umat Muslim sangat dianjurkan melaksanakan puasa sunnah.
Puasa ini menjadi pelengkap rangkaian ibadah di bulan Syaban.
6. Berdoa, membaca Alquran dan menjalin silaturahmi
Malam Nisfu Syaban juga waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan mendoakan kebaikan bagi seluruh umat Muslim (kaum muslimin dan muslimat).
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
“Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai’.” (HR. Muslim no. 2565).