Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Sejumlah warga dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di lokasi jalan rusak di Jalan Pantura Klari, Kabupaten Karawang pada Senin (2/2/2026).
Pantauan Warta Kota Network, aksi itu digelar di Jalan Pantura Klari depan MCD jalur dari Karawang menuju ke Cikampek.
Aksi dilakukan oleh Komite Rakyat Sipil Karawang dengan membawa spanduk bertuliskan 'Karawang Darurat Jalan Berlubang'.
Massa juga membakar ban dan menutup setengah jalan.
Sambil menggunakan pengeras suara, orator itu memohon maaf karena menganggu perjalanan.
Namun, kondisi jalan rusak ini justru bakal membahayakan nyawa pengendara.
"Mohon maaf kalau terlambat karena aksi, tapi engga apa-apa dari pada hilang nyawa. Kita lagi berjuang," kata dalam orasi.
Aksi hanya berlangsung 20 menit saja, massa dibubarkan Kepolisian Sektor Klari, api pada ban yang dibakar dipadamkan dan spanduk diminta dilipat agar menyudahi aksinya.
Kesal dibubarkan, massa aksi akhirnya pindah ke lokasi jalan rusak lainnya dan akan mengikuti aksi bersama yang lainnya di Kantor PPK 1.1 Jawa Barat sebagai perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
"Kami berusaha menutup ruas jalan tapi kami dicegah aparat berusaha memadamkan api yang kami nyalakan dan spanduk kami," kata Koordinator Aksi, Tri Prasetyo Putra saat ditemui di lokasi pada Senin (2/2/2026).
Ia menyebut, aksi unjuk rasa ini mengusung tema Karawang Darurat Jalan Berlubang.
Dirinya meminta secara tegas agar jalan berlubang segera ditangani agar tidak ada lagi korban.
"Kami minta pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat perbaiki. Jangan lagi saling melempar tanggungjawab dan kewenagan. Karena ini keselamatan rakyat dan kewajiban pemerintah," kata dia.
Sementara itu, warga setempat bernama Hasanudin (46) menilai kerusakan jalan itu sangat menghambat aktvitas warga.
Ia meminta ada solusi dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak tersebut.
"Harapannya ada solusi dari pemerintah mana saja bisa secepatnya diperbaiki. Ini banyak kecelakaan dimana-mana akibat jalan berlubang," tandasnya. (MAZ)