Renungan Harian Kristen 3 Februari 2026 - Berlatif Berfikir Baik
February 02, 2026 07:11 PM

Renungan Harian Kristen 3 Februari 2026 - Berlatif Berfikir Baik

Bacaan ayat: Filipi 4:8 (TB)  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Seekor Ikan Nila keluar dari air dan mengabarkan bahwa Ikan Gabus sedang sakit; apakah engkau percaya? Jawabanmu, itulah isi pikiranmu! 

Rasanya sulit untuk percaya jika seekor ikan akan keluar dari air dan membawa kabar. Itu tidak mungkin, tidak masuk akal dan imajinasi semata. 

Pikiran seringkali membatasi banyak hal ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak biasa.

Ini terlihat sebagai sikap kritis, namun lebih banyak mengandung pikiran curiga dan prasangka, hanya gara-gara informasi yang ia terima belum pernah terjadi sebelumnya. 

Rasanya akan sulit juga untuk percaya bahwa cerita itu ialah realita. Namun memikirkan lebih dalam bahwa seekor ikan berani keluar dari air dan menampakkan kerelaan berkorban dengan lepas dari habitatnya untuk sejenak, rasanya itu tindakan kepedulian yang tanpa batas. 

Seakan kita berhadapan dengan pihak yang sadar diri tidak berdaya untuk menolong namun tidak berpangku tangan hanya sekedar menonton. 

Lebih-lebih yang sakit ialah predator ganas yang bisa saja akan memakan anak-anaknya yang sedang tumbuh. Cukup masuk akal jika menemukan kasih yang tanpa pamrih sedang dipertontonkan. Kasih yang berani mengambil resiko meskipun terlihat bodoh. 

Dunia memang telah tercemar oleh dosa. Sejak awal Iblis menyesatkan dengan strategi paling jitu melalui penanaman kecurigaan. Hawa diajak mencurigai Allah yang menciptakannya.

 Hawa dicekoki dengan data benar yang disimpangkan. Secara bertahap pikiran Hawa dimanipulasi sedemikian rupa sampai pada titik mengabaikan Allah dan fokus pada diri sendiri.

Celakanya, pilihan Hawa memetik buah pengetahuan disetujui Adam tanpa sikap kritis. Ia mengiyakan begitu saja dengan percaya buta. 

Kondisi ini perlu dipulihkan. 

Penebusan yang Allah lakukan dalam Yesus Kristus menjadi satu-satunya jalan yang bisa memberikan jaminan pemulihan.

Apa yang telah tersimpangkan harus mati dan dicipta ulang agar menjadi ciptaan baru yang kembali selaras dengan rancangan Allah.

Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi wujud nyata dari rancangan pemulihan tersebut. 

Itu sebabnya, Paulus berani memberikan nasihat cemerlang dengan menulis, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Sebagai orang percaya, kita telah dibenarkan oleh Yesus Kristus. 

Ada potensi dalam diri kita untuk berlaku benar, meskipun masih memakai tubuh yang berdosa. Latih diri setiap hari untuk berfikir baik tentang segala hal, bahkan dalam situasi paling negatif sekalipun.

 Isi pikiran dengan hal benar, hal mulia, hal yang suci, hal yang manis, hal yang sedap didengar, dan berbagai kebajikan lainnya; setiap hari, setiap saat jangan sampai lengah!

Iblis masih aktif mencari celah! Jangan biarkan pikiran negatif meracuni. Roh Kudus akan menuntun. Amin

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.